Pondok Pesantren Bali Bina Insani

Pondok Pesantren Bali Bina Insani

Profil
Pondok Pesantren Bali Bina Insani yang berlokasi di Jln. Raya Timpang, desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, ini berdiri tanggal 27 Oktober 1991 di bawah Yayasan La Royba dan diresmikan oleh Ketua MUI Bali. Berdirinya pesantren ini sebagai respon positif terhadap kebutuhan umat dalam bidang pendidikan dan pengasuhan. Di samping itu, untuk membentengi Bali dari gempuran nilai-nilai asing yang sangat berbenturan dengan agama dan moral serta kearifan lokal (local wisdom). Umat Islam di Bali yang telah eksis sejak awal abad 16 M., dan telah menyatu dengan penduduk Bali yang beragama Hindu tidak rela kalau Bali diusik oleh budanya asing.

Usaha filterisasi budaya dan peningkatan kualitas SDM sangat efektif dilakukan melalui dunia pendidikan. Cikal balak pesantren dari tujuh anak yatim yang diasuh oleh pak Drs. KH Ketut Imaduddin Djamaludin, SH. Pada mulanya—sebagai pengakuannya sendiri—kiyai tidak berniat mendirikan sebuah pondok pesantren. Karena merasa tidak mempunyai latar belakang tarbiyah dan cita-cita serta setrategi bagaimana mendidik orang. Lalu, terbersit di dalam hati Kiyai Ketut bagaimana memperhatikan anak-anak yang dititipkan kepadanya itu bukan hanya secara fisik tetapi juga non-fisik, dan harus sedikit terkonsep.

Setelah melalui pemikiran cukup matang dan konsultasi kepara para tokoh dan para kiyai, muncullah keputusan bahwa pondok pesantrenlah yang tepat untuk menampung mereka. Maka jadilah pondok pesantren seperti sekarang ini. Kiyai Ketut akhirnya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Dar an-Najah, Jakarta, sebuah lembaga pendidikan yang dipimpin oleh KH Mahrus Amin. Sebab secara kebetulan Kiyai Ketut dan istrinya, Ibu Nyai Eti, merupakan alumnus Pondok Pesantren Dar an-Najah, Jakarta. KH. Mahrus Amin mendatangkan dua ustadz dari Jakarta, salah satunya adalah ustadz Yuli Saeful Bahri, SPdI. Kemudian dibuatlah konsep untuk membuat lembaga pondok pesantren. Pengasuh : KH Ketut Imaduddin
Pendidikan
Pondok Pesantren ini mengelola Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Bali Bina Insani yang berdiri pada tahun 1996 (Madrasah Tsanawiyah) dan tahun 2000 (Madrasah Aliyah) dan SMK IT.
Fasilitas
7 ruang belajar, asrama putra , asrama putri, musholla, kantor, perpustakaan, mes guru, kolam lele, kantin, lapangan volly dan mobil antar jemput. Kegiatan ekonomi yaitu : Koperasi Pondok Pesantren, foto copy, tiga buah wartel, ambulans, toko kelontong, rumah makan dan kantin.
Ekstrakurikuler
1. Mengaji Al - Qur’an
2. Tahfidzul Juz ‘Amma
3. Belajar keagamaan di Madrasah Diniah.
4. Kajian kitab klasik
5. Penerapan bahasa Arab / bahasa Inggris.
6. Muhadloroh. 7. Senam kesehatan jasmani (senam santri dan atau senam Pramuka).
8. Bela diri (Karate dan Silat).
9. Pramuka.
10. Qasidah, Hadlrah & Gambus.
11. Kebersihan asrama & lingkungan sekitarnya.
12. Sholat jama’ah.
13. Organisasi santri & alumni La - Royba (OSALA)
14. Majalah Dinding Kasasi (Kreasi Anak Santri)
15. Volley
16. Futsal
17. Atletik
18. Catur
Alamat
Bali Bina Insani Jln. Raya Timpang, desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk berpartisipasi memperbarui informasi ini, silakan mengirim email ke redaksi@laduni.id.

 

Alumni Pondok Pesantren Bali Bina Insani