Menapak Tilas dan Berziarah di Makam Kesultanan Termahsyur di Aceh

 
Menapak Tilas dan Berziarah di Makam Kesultanan Termahsyur di Aceh

Makam Sultan Iskandar Muda kini menjadi tujuan wisata ziarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Pemerintah juga mengingatkan, betapa pentingnya untuk selalu mengenang masa kejayaan Aceh guna membangun masa depan yang lebih baik. Makam milik Sultan paling termahsyur di Aceh ini juga menjadi daya tarik tersendiri, bagi para wisatawan penggila sejarah. Aceh pernah berada di masa keemasan ketika Kesultanan Aceh menjadi salah satu kerajaan terbesar Islam di dunia. Kawasan ini menjadi pusat perdagangan dunia, serta merupakan tempat singgah kapal-kapal dagang dari Eropa dan Asia.

Sisa-sisa kejayaan Aceh dimasa lampau sedikitnya meninggalkan berbagai situs sejarah yang kini bisa dikunjungi, salah satunya adalah Makam Sultan Iskandar Muda. Secara geografis, letak Makam Sultan Iskandar Muda ini berada Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Lokasinya juga sangat dekat dengan Meuligoe Aceh, tempat dimana Gubernur Aceh tinggal. Letak makam ini juga tak jauh dari Museum Aceh, yang bisa ditempuh pengunjung dengan menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.

Makam Sultan Iskandar Muda ini dulunya pernah dihilangkan jejaknya oleh Belanda, ketika rakyat Aceh berperang melawan Belanda. Hal ini dilakukan agar menghilangkan hubungan antara rakyat Aceh dan Sultan Iskandar Muda. Untungnya, makam tersebut bisa kembali ditemukan berkat jasa Pocut Meurah yang ingat bahwa makam Sultan berjarak 44 langkah dari Krueng Daroy. Untuk memasuki area makam, pengunjung akan disambut dengan pintu gerbang yang masih berbentuk batu berundak layaknya candi. Didalam makam telah terdapat jalan yang dipaving, sehingga memberikan kenyamanan kepada para pengunjung yang hendak berziarah.

Kondisi makampun dirawat dengan baik, bisa dijumpai rerumputan yang rapi serta pepohonan disekitar makam. Pengunjung bisa menemukan makam paling besar yang dilindungi dengan pagar tak terlalu tinggi serta berada disebuah bangunan beratap kokoh. Makam ini berbentuk persegi panjang bertingkat, serta berhiaskan kalimat zikir berwarna emas yang terukir pada setiap sudut makam. Diatasnya terdapat dua buah batu nisan, berwarna hitam serta dihiasi aksen emas.

T

Tak hanya Makam Sultan Iskandar Muda, pada tempat ini terdapat beberapa makam lain yang dipercaya milik dari anggota keluarga Kesultanan Aceh. Makam-makam ini memiliki bentuk batu nisan, serta ukiran yang berbeda. Dimakam-makam ini juga terdapat semacam prasasti yang bertuliskan nama-nama pemilik makam yang masih merupakan keluarga Kesultanan Aceh. Dimakam ini, juga bisa memotret berbagai objek menarik seperti meriam dan senapan berada disekitar makam. Selain itu, juga bisa memotret makam karena makam ini memiliki keindahan pada ukiran kaligrafi yang terpatri berwarna emas.



Makam Sultan Iskandar Muda lokasinya memang sangat dekat dengan Museum Aceh. Disini bisa memotret berbagai koleksi unik, seperti senjata kuno, naskah-naskah kuno, benda masa prasejarah, serta peninggalan jaman Kesultanan Aceh. Keindahan Rumoh Aceh juga bisa dibidik dengan kamera.  

Kuliner Aceh

Mie Aceh

Mie yang dimasak dengan berbagai macam rempah yang menggugah selera makan. Biasa ditawarkan dengan berbagai macam isi seperti kepiting, cumi-cumi, udang atau jamur. Harga per porsinya mulai Rp 12.000 per piring. Bisa didapat di RM Mie Razali, Yellow Cafe, REX, Coffee Bay dan masih banyak lagi.

Ayam Tangkap

Ayam yang digoreng dengan berbagai macam rempah dan bumbu, seperti daun temurui, bawang merah, bawang putih dan cabai hijau. Biasanya disajikan dengan bumbu kecap dan nasi yang hangat. Harga per paketnya Rp 60.000 per ekor. Biasa untuk 4-5 orang. Bisa di dapat di RM Aceh Rayeuk, RM Cut Dek dan RM Hasan.

Kuah Plik U

Berbagai jenis sayuran segar yang dicampur dan dimasak dengan bumbu khusus. Plik U adalah kelapa yang sudah difermentasi. Bisa didapat di RM Aceh Rayeuk, RM Ujung Batee dan rumah makan Aceh lainnya.

Gule Kambing

Daging kambing yang empuk dimasak dengan potongan nangka muda. Memiliki rasa yang unik dan menggugah selera. Biasa disajikan dengan minuman timun serut (I Boh Timon).

Air timun ini juga berfungsi sebagai penetralisir agar tidak terjadi darah tinggi. Bisa ditemukan di RM Aceh Rayeuk, RM Hasan, RM Aceh Spesifik, RM Nasi Kambing, dll.
Daging Masak Putih (Sie Reboh Puteh)

Daging sapi yang direbus dengan santan dan bumbu lainnya ini memiliki rasa yang unik. Selain dagingnya yang empuk, rasa manis membuat makanan ini digemari anak-anak dan orang dewasa yang tidak menyukai masakan yang pedas dan asin.

Sekali mencobanya bisa bikin ketagihan. Bisa ditemukan di RM Aceh Rayeuk dan rumah makan yang menjual masakan Aceh lainnya. Harga dimulai Rp 8.000/porsi.

Martabak Telur Aceh

Martabak ini terbuat dari tepung terigu yang ditutui dengan telur yang sudah dicampur dengan berbagai jenis sayur yang telah dipotong kecil-kecil. Biasanya disajikan dengan acar bawang merah dan cabe rawit.

Uniknya, alat masak yang digunakan berbentuk petak dan datar. Harga mulai Rp 7.000 per porsi. Bisa ditemukan di REX, Peunayong, Ulee Kareng, Helsinki, Dapu Kupi, dll.

Minuman Khas Aceh

Kopi Gayo


Kopi Gayo adalah salah satu jenis kopi yang dihasilkan dari perkebunan kopi di dataran tingggi Gayo, Aceh. Di sana terdapat dua varietas kopi yang banyak dikembangkan oleh masyarakat, di antaranya jenis kopi Arabica dan jenis kopi Robusta. Berbeda dengan jenis kopi di Indonesia lainnya, jenis kopi satu ini memiliki cita rasa dan aroma yang sangat khas, sehingga banyak digemari oleh para penikmat kopi. Kopi Gayo ini merupakan salah satu jenis kopi yang terkenal di Indonesia, bahkan kualitasnya sudah diakui oleh dunia. Kopi Sanger

Sanger adalah sejenis minuman yang hanya ada di Aceh. Sanger atau juga sering di sebut kopi sanger ini secara umum mirip dengan capucino, tapi menurut saya jauh lebih nikmat kopi sanger ini. Selain itu jika kita melihat sekilas maka sanger ini akan sangatlah tampak seperti kopi susu biasa, tetapi jika kita menilik dari rasanya, kopi sanger ini memiliki rasa yang sangat khas dan berbeda dari rasa kopi lainnya.
Memang dari dahulu Aceh ini terkenal dengan khas kopi saring/tarik-nya. Bagi para pecinta kopi sejati pasti akan segera dapat merasakan bedanya, apabila sudah merasakan kopi Aceh. Warung yang paling terkenal dalam menyajikan jenis minuman ini adalah warung solong di kawasan Ulee Kareng dan Chek Yuke di kawasan Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Selain itu, hampir di setiap ruas jalan di Banda Aceh pasti akan banyak kita temui warung-warung kopi, tempat nongkrong dari segala usia.

Teh Tarik



Es Timun Gayo

 

Jenis ini adalah salah satu minuman khas kota Aceh namun sudah dikenal di seluruh nusantara bahkan ada beberapa orang yang menjadikannya sebagai salah satu minuman favorit. Bahan – bahan yang digunakan cukup unik sehingga terasa lebih nikmat dan menggoda anda untuk segera mencicipinya. Minuman ini terbuat dari buah timun diserut dan dicampurkan dengan air gula, kayu manis dan es batu.
 

 

 

Sumber: dari berbagai narasumber