Menelusuri dan Berziarah di Makam Mbah Semedo

Menelusuri dan Berziarah di Makam Mbah Semedo

Desa semedo adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Kedungbanteng kabupaten tegal yang bersebelahan dengan desa sigentong utara Desa sidomulya untuk selatan hutan semedo dan sebelah barat desa karang malang.

Kegiatan pencaharian masyarakat di sana adalah petani sebagian besar adapula yang merantau jauh dari kampung halaman seperti ke jakarta dan kota kota besar lain

Ketika singgah di Desa Semedo akan di sajikan beberapa wisata unik seperti wisata religi karena di desa ini terdapat sebuah makam yang di beri nama mirip desa tersebut yaitu makam Mbah Semedo , menurut warga sekitar makam mbah Semedo merupakan salah satu makam bersejarah yang ada di Kabupaten Tegal karena di tempat tersebut bersemayam tokoh sesepuh yang berjasa pada berdirinya Kabupaten Tegal.
 
Di samping itu juga sebagai Wisata Religi. Tokoh-tokoh yang bersemayam di Makam Mbah Semedo antara lain :

1. Mbah Pangeran Suro Hadi Kusumo (Syekh Abdurrahman Mbah Semedo)
2. Mbah Raden Mas Panji Hadi Tjokro Negoro (Mbah Kaloran / Bupati Tegal Ke-10)
3. Mbah Syekh Muhammad Tohir Al-Ba’bud (Mbah Langgen)
4. Mbah Raga Sutha (Petilasan Mbah Sunan Kalijaga)
5. Petilasan Mbah Pangeran Diponegoro
6. Mbah Surodiwongso (Juru Kunci Pertama Makam Mbah Semedo)
7. Syekh Sarifudin (Asal Banten) 8. Mbah Buyut Putri (Sabrang Wetan Ciputih)
 
 

 
Kegiatan/aktifitas religi yang biasa dilakukan oleh para peziarah, pada hari-hari tertentu untuk bertawasul. Diantaranya :

1. Malam Selasa Kliwon.
2. Rabu Pon, Kamis Wage dan Jum’at Kliwon.
3. Istighosah Malam 1 Syura’
4. Khaul Mbah Semedo setiap tanggal 12 Robiul Awal (ROLASAN)
5. Khaul Umum dan Halal Bi Halal Desa Semedo, 7 hari setelah Hari Raya ‘Idul Fitri.
 
Selain hari-hari tersebut di atas, biasanya para peziarah hadir pada hari-hari biasa bertawasul untuk tujuan pribadi. Makam Mbah Semedo dikelola oleh Pemerintah Desa dengan tidak meninggalkan peranan dari Juru Kunci dan Pengurus Makam yang lainnya untuk kelestarian dan keutuhan Makam Mbah Semedo. Adapun urutan-urutan daripada juru kunci Makam Mbah Semedo adalah :
 
1. Mbah Surodiwongso (1679 - 1730)
2. H. Abu Jalal (1730 – 1795)
3. H. Nur Salim (1795 – 1848)
4. KH. Abdus Syarif “Ki Singodirejo” (1848 – 1900)
5. K. Syae’in (1900 – 1945)
6. H. Nur Khasan (1945 – 1947)
7. K. Rasbadi (1947 – 1997)
8. KH. Abdus Sobar (1997 – Mei 2000)
9. Yusro (Mei 2000 – sekarang)
 
 
Keberadaan Makam Mbah Semedo selain dikelola oleh Pemerintah Desa beserta Juru Kunci, juga dikelola oleh DIKPORA Kabupaten Tegal. Dan telah diakui sebagai Makam Bersejarah dan merupakan Wisata Religi.
 
Hal tersebut terbukti dengan adanya kunjungan dari para pejabat Pemerintah Kabupaten Tegal demi lestarinya Peninggalan Bersejarah yang merupakan aset Pemerintah Desa Semedo dan Kabupaten Tegal pada umumnya.
 
Lokasi Makam

Adapun Letak Geografis daripada Makam Mbah Semedo adalah 200 m arah barat daya Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal dengan ketinggian 100 m di atas permukaan laut dan sangat mudah dijangkau oleh para peziarah di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya melalui jalan Pantura, Pasar Suradadi ke Selatan sekitar 15 km.
 
 

yang Sudah Mengunjungi Menelusuri dan Berziarah di Makam Mbah Semedo