Pesantren Sabilil Muttaqien Magetan

Pesantren Sabilil Muttaqien Magetan

Profil
Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) pada mulanya bernama “Pesantren Takeran“ adalah bentuk pesantren sentris, dengan sistem pengajarannya melalui pendekatan pondok murni. Pesantren Takeran didirikan oleh Kyai Hasan Ulama’ yang merupakan seorang ulama’ ahli hikmah sufiyah dengan dibantu oleh Kyai Moh. Ilyas pada tahun 1880 M / 1303H.

Kyai Hasan Ulama’ adalah putra Kyai Kholifah dan merupakan prajurit penasihat spiritual Pangeran Diponegoro yang mengungsi ke daerah timur (Desa Bogem, Sampung, Ponorogo tahun 1825 – 1830 M). Setelah Kyai Kholifah wafat, Kyai Hasan Ulama’ meninggalkan Bogem menuju Takeran yang sebelumnya menetap sementara di Desa Tegalrejo dalam upaya proses pendalaman ilmu agama yang dimiliki, dirasa cukup mendalami ilmunya Kyai Hasan Ulama’ berangkat ke Takeran dan merintis berdirinya pesantren dalam bentuk pondok tradisional dan mengubah lingkungan masyarakat yang sebelumnya kurang tersentuh nilai-nilai moral menjadi lingkungan yang sarat dengan norma-norma agamis.

Hal itu dapat dilihat dari aspek budaya yang berkembang di tengah masyarakat, serta berdirinya tempat-tempat ibadah (Langgar/Surau) di beberapa tempat, yang pendirinya adalah santri-santri Kyai Hasan Ulama’. Pengembangan Pesantren Takeran tetap berlangsung sampai akhirnya Kyai Hasan Ulama’ wafat pada tahun 1914 M / 1337 H. Kelangsungan Pesantren Takeran diteruskan oleh putra-putranya serta pengasuh yang telah dididik dibawah pimpinan KH. Imam Muttaqien putra sulung Kyai Hasan Ulama’.

Pada masa kepemimpinan KH. Imam Muttaqien masih meneruskan pengajaran yang sama seperti KH. Hasan Ulama’. Setelah KH. Imam Muttaqien wafat pada tahun 1936M maka Kyai Imam Mursyid Muttaqien sebagai putra almarhum, memprakarsai adanya sistem pembaharuan dengan pola kepemimpinan Pesantren. Setelah beberapa tahap pembicaraan yang mendalam dan mendasar, Kyai Imam Mursyid Muttaqien secara konsepsional membuat metode pengembangan Pesantren dengan suatu sistem kelembagaan yang terorgainisir dalam suatu mekanisme organisasi yang diberi nama “PESANTREN SABILIL MUTTAQIEN” dan dikukuhkan dalam rapat besar Pesantren di Masjid Jami’ Pesantren Takeran, tepatnya pada tanggal 16 September 1943 M/9 Syawal 1362 H.

VISI dan MISI PSM
VISI PSM
Menjadikan anggota masyarakat yang berilmu, beramal, dan bertaqwa

MISI PSM
1. Memancarkan pendidikan luas tentang Islam
2. Mengeluarkan sebanyak-banyaknya orang yang cakap dan luas serta tinggi kefahamannya tentang  agama Islam
3. Rajin berbakti dan beramal kepada masyarakat berdasarkan taqwa (takut dan tunduk) kepada  Allah
4. Bersemangat Islam dan patriot Islam (Ruhul Islam wal Wathon).
5. Berkemampuan mandiri dan terampil mengurus diri pribadi serta beradaptasi secara dinamis.

Pendidikan
Pendidikan Formal
1. SD ISS
2. MTs
3. MA
4. SMK


Non Formal
Madrasah Diniah

Fasilitas
Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamarmandi/wc, klinik kesehatan.

Ekstrakurikuler
1. Kajian kitab-kitab kuning
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha

Keorganisasian
- IPNU/IPPNU
- OSIS
- Pramuka
- PMR
Alamat
Jl. Raya Takeran 01, Takeran - Magetan, Jawa Timur, 63383 Telepon & Fax: (0351) 439245
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran silahkan hubungi Website: ypipsm.or.id dan Email: info@ypipsm.or.id

             

         

Data pesantren lebih lengkap per propinsi dan kabupaten/kota dapat dicek di wiki.laduni.id/pesantren
Untuk berpartisipasi memperbarui informasi ini, silakan mengirim email ke redaksi@laduni.id.