Siapa Alhabib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri Tebet? part 2

Siapa Alhabib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri Tebet? part 2

Melanjuti dari artikel Siapa Alhabib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri Tebet? part 1 tentang biografi seorang ulama yang mastur pada masa hidupnya dan masyhur setelah beliau wafat. Dalam kelanjutan artikel ini kita akan membahas semasa sayyidil walid menuntut ilmu kepada ulama ulama pada masa itu.

Masa menuntut Ilmu, mengajar dan mendirikan madrasah
Sayyidil walid pada masa menuntut ilmu sangat lah keras dan tekun serta rajin dengan pengamalan dari setiap ilmu ilmu yang sayyidil walid pelajari, itulah sebabnya sayyidil walid bisa menyerap dan mendalami ilmu yang diajarkan guru guru sayyidil walid. Dengan ketekunan dalam menguasai dan mendalami ilmu dalam bidang agama, beliau bisa dibilang berhasil dan berprestasi dalam memahami semua ilmu dalam bidang agama. Tidak luput juga kemampuan sayyidil walid dalam berbahasa sangatlah bagus yang mengantarkan sayyidil walid menjadi penulis dan orator yang ulung dan berbobot serta handal. Kemampuan bahasa sayyidil walid tidak hanya bahasa Arab saja, bahkan beliau juga bisa bahasa Sunda dan bahasa Jawa halus.

Sayyidil walid sangat disayang gurunya hingga sayyidil walid menjadi murid yang sangat dibanggakan. Sayyidil walid manjadi satu satunya murid yang menguasai tata bahasa Arab yang sangat baik bahkan sempurna, hingga di masa sayyidil walid mengasuh sebuah madrasah, pernah seorang Ulama besar asal Tarim menyebut madrasah yang sayyidil walid dirikan(Tsaqofah Islamiyah di Bukit Duri) disebut sebagai "Tarimnya Jakarta". Dari tata bahasa Arab, ilmu alat untuk membaca dan memahami kitab kuning sebutan untuk kitab kitab klasik, Sayyidil walid lah satu satunya murid yang bisa memahami secara sempurna, sehingga para gurunya meminta untuk mengikuti cara pemahaman sayyidil walid yang bisa dikatakan menjadi metode yang benar dalam memahami tata bahasa Arab, ilmu alat dan pemahaman ilmu agama lainnya.

Sayyidil walid saat menginjak dewasa dipercayakan sebagai guru di madrasah tempat beliau belajar. Sayyidil walid menghabiskan waktu untuk mengajar, di sinilah bakat dan kepiawaan dalam mengajar menyala dalam dirinya, bahkan bukan saja dalam ilmu agama, ilmu lain beliau juga sangat piawai seperti melatih kelompok musik ( dari seruling sampai terompet ), drum band, bahkan juga baris-berbaris.

Madrasah Tsaqofah Islamiyyah tetap eksis di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan

Dengan berbekal pengalaman yang sangat panjang, pada usia sayyidil walid menginjak 20 tahun, sayyidil walid pindah ke Bukit Duri dan mendirikan madrasah Tsaqafah Islamiyyah yang masih berdiri hingga sekarang di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Tsaqofah Islamiyyah adalah madrasah khusus yang tidak pernah berpatokan kepada kurikulum pemerintah, Tsaqofah Islamiyyah menerapkan kurikulum sendiri. Dan uniknya madrasah Tsaqofah Islamiyyah menerbitkan buku bukunya karangan Sayyidil walid untuk digunakan di madrasah Tsaqofah Islamiyyah sendiri. Khusus untuk siswa yang pintar dan cerdas serta cepat menguasai ilmu bisa naik kelas sebelum waktunya atau loncat kelas.

Bersambung