KPK Panggil Suami Eny Saragih Sebagai Saksi Kasus Suap PLTU Riau-1

KPK Panggil Suami Eny Saragih Sebagai Saksi Kasus Suap PLTU Riau-1

LADUNI.ID, Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Temanggung terpilih M Al Khadziq dalam kasus dugaan suap terkait proyek PLTU Riau-1. Khadziq yang notabenenya adalah suami Eni Maulani Saragih tersebut akan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Johannes B Kotjo. 

"Dipanggil sebagai saksi untuk JBK (Johannes B Kotjo)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (25/7/18).

Selain Khadziq, KPK memanggil 3 saksi lainnya untuk Johannes. Mereka ialah Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN, Supangkat Iwan Santoso, Tenaga Ahli DPR, Tahta Maharaya dan karyawan swasta Audrey Ratna Justianty alias Tine.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka. KPK menduga Eni menerima keseluruhan Rp 4,5 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Johannes merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

KPK telah mengamankan Rp 500 juta yang diduga merupakan pemberian keempat kepada Eni. Pemberian pertama kepada Eni diduga dilakukan pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar, pemberian kedua pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar, dan pemberian ketiga pada 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Ada dugaan pemberian tersebut dilakukan melalui staf dan keluarga Eni.