Bumi Pun Tunduk atas Wafatnya Mbah Dim Pemalang

Bumi Pun Tunduk atas Wafatnya Mbah Dim Pemalang

LADUNI.ID - Satu minggu sebelum meninggal, hari jumat, Mbah Dim pemalang dawuh kepada Habib Lutfi bin Yahya;

"Yek seminggu lagi rame rame, aku jadi nganten (pengantin)"

"Mbok nyuwun Grasi (keringanan) Mbaah.." mohon Habib Lutfi.

"Ndak bisa, uda waktunya"

"Nanti di terbangi ya, yek" pesan Mbah Dim

Tepat satu minggu, jumat depannya, beliau wafat. Dan benar saja, mulai jenazah keluar dari masjid sampai makam di arak terbang besar besaran, ramai sekali.

Waktu itu kemarau panjang, hampir setahunan tidak turun hujan, tanah keras kering kerontang. Ajaibnya, ketika tukang gali kubur baru mengayunkan cangkul, tiba tiba menyembur air deras sekali sehingga tanah menjadi lembek dan gembur. Subhanalloh..

Anehnya lagi, ketika penggalian selesai, air pun berhenti menyembur dan tanah tiba tiba mengering seperti tidak pernah terkena air, sehingga proses pemakaman menjadi lancar.
Dan malamnya, hujan turun dengan derasnya sampai pagi.

#Semoga kita keluberan berkahnya Amiin...

#Al fatihah kagem Mbah Dim .. .

Sumber: ceramah Habib Lutfi bin Yahya.

 

Pengikut Bumi Pun Tunduk atas Wafatnya Mbah Dim Pemalang