Syekh H. Hanafiah Abbas #5: Sosok Wali yang Benci Kepada Ahli Bughah (Pemberontak)

Syekh H. Hanafiah Abbas #5: Sosok Wali yang Benci Kepada Ahli Bughah (Pemberontak)

LADUNI.IDI ULAMA- Salah satu sikap politis yang ditunjukkan oleh Tgk. Abi adalah beliau tidak setuju dengan pemberontakan DI/TII, karna menurut beliau tidak boleh hukumnya memberontak kepada pemerintah yang sah. Ketika Indonesia baru merdeka, Abu Krueng Kale pernah berkunjung ke Mesjid Raya Samalanga dalam rangka mengadakan rapat bersama para Ulama guna mengambil sikap tentang penentuan nasib Aceh.

Abu Krueng Kale, Tgk. Abi dan beberapa ulama lainnya sepakat agar Aceh mendirikan negara nya sendiri. Namun hal itu tidak disetujui oleh Abu Daud Beureueh. Pada saat itu Abu Krueng Kale dan ulama lainnya menawarkan solusi lain kalau Aceh dijadikan Negara Bagian dengan membayar pajak kepada pemerintah Indonesia, namun lagi-lagi Abu Daud Bereueh tidak setuju. Perbedaan sikap politik ini membuat suasana tegang antara pihak Abu Krueng Kale, Tgk. Abi dengan Abu Daud Beureueh.

Namun akhirnya Aceh bergabung dengan Indonesia karena Abu Daud Beureueh tetap ngotot dengan keputusannya. 
Ketika Abu Daud Beureueh menggerakkan pemberontakan DI/TII, Teuku Abi menolak untuk ikut terlibat. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh Abu Krueng Kale.

Dalam hal ini, Teungku Abi menilai pemberontakan kepada pemerintah yang sah tidak dibolehkan dalam agama. Mereka sebenarnya telah lebih dahulu mengusulkan agar Aceh berdiri sendiri, namun ketika keputusan yang diambil adalah bergabung dengan Indonesia, maka taat kepada Pemerintah sudah menjadi bagian dari kewajiaban.