Syekh Abdus Samad Al-Palimbani #2: Karya Monumental dan Kiprahnya

Syekh Abdus Samad Al-Palimbani #2: Karya Monumental dan Kiprahnya

 

LADUNI.IDI ULAMA- Kita mengetahui bahwa sosok ulama sufi Syekh Abdussamad AlPalimbani bukan hanya kepandaiannya di bidang syariatdan tarekat, namun beliau juga terkenal keproduktifitasnya Syekh Abdus Samad lewat dunia tulisan yang terkenal bernama Sair As-Salikin. Kitab ini di selesaikan di waktu umur beliau telah menanjak sekitar 58 tahun dan tidak lama sesudah itu, beliaupun menghadap sang ilahi sekitar tahun 1203 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1789 Masehi.Diantara maha karya Syekh Abdus Samad yang banyak tersebar di Indonesia adalah Hidayat As-salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqin dan kitab Sair As-Salikin. Kedua karya tersebut isinya sangat berkaitan dengan pemikiran Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali. Kedua kitab itu ditulis dalam bahasa Melayu-Indonesia untuk memudahkan masyarakat yang membaca dan mempelajarinya,

Walaupun kitab Hidayat As-salikin merupakan alih bahasa dari karya Imam Al-Ghazali yang bernama Bidayah Al-Hidayah, namun beliau juga menambahkan beberapa ulasan dan tema lain yang tidak berasal dari kitab Imam Al-Ghazai tersebut. Beranjak dari itu, seharusnya kitab Hidayat Al-Salikin yang berbahasa Jawi tersebut lebih tepat didinamai adaptasi dari kitab Bidayah al-Hidayah. Sedangkan kitab Sair As-Salikin merupakan kumpulan kajian yang lebih spesifik dari kitab Hidayah As-Salikin.

Kitab Sair As-Salikin menurut Syekh Abdus Samad merupakan terjemahan dari karya yang ditulis oleh saudara Imam Al-Ghazali sendiri bernama Syekh Ahmad bin Muhammad. Sedangkan kitabnya berjudul Lubab Ihya Ulumuddin.

Misteri dimana belaiu dikuburkan dan meninggal,sampaisaatini ada tiga pendapat yang saling berbeda, pertama, menurut Muhammad Abdullah seorang penyair dari Malaysia bahwa Syekh Abdus Samad di kuburkan di Pattani Utara, Thailand tepatnya diantara kampung Sekom dengan Cenak daerah kawasan Tiba, sekitar tahun 1244H/1828 M.  

Kedua, menurut Azyumardi Azra, belaiu menduga ada kesan kuat bahwa Syekh Al-Palimbani meninggal di Arabia. Ketiga, menurut M. Chatib Quzwain beliau di makamkan di tanah kelahirannya Palembang. Diantara karya belaiu lainnya adalah :

  1. Al-Urwatul Wutsqa Wa Silsiltu Waliyil Atqa
  2. Ratib Syekh Abdus Shamad Al-Palimbani
  3. Kitab Mi’raj (1201 H/1786 H)
  4. Anisul Muttaqien
  5. Arrisaltu Fi Kaifiyatir Ratib Lailatil Jum’ah, kitab berisi tentang wirid-wirid pada malam Jum’at
  6. Mulhiqun Fi Bayani Fawaidin Nafi’ah Fi Jihadi fi Sabilillah,kitab berisi hikmah dan faidah berjihad di jalan Allah (jihad fisabilillah)
  7. Dan lainnya.                           
  8.  

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Penggiat Sejarah dan Literasi asal Aceh