Riwayat Syekh Hasanuddin Al-Palimbani, Guru Besar Ulama Nusantara

Riwayat Syekh Hasanuddin Al-Palimbani, Guru Besar Ulama Nusantara

 

Oleh: Kms.H.Andi Syarifuddin

Beliau adalah ulama besar Kesultanan Palembang Darussalam sekaligus bangsawan Palembang yang berpengaruh di dunia Islam pada masanya. 
Nama lengkapnya Kiagus Haji Hasanuddin bin Khalifah Jakfar bin Khalifah Gemuk Kgs. Muhammad bin Ki. Bodrowongso bin Pangeran Fatahillah Gunung Jati. 
Lahir dan dibesarkan di lingkungan keraton Palembang.

Ayahnya, Khalifah Jakfar (w. 1715), adalah seorang yang sangat terpelajar di Timur Tengah dan wafat di Mekkah. Melalui jaringan sanad keilmuan beliaulah melahirkan banyak tokoh ulama di Nusantara. Namanya sering disebut-sebut dalam catatan sanad-sanad para musnid dunia di antaranya Syekh Muhammad Yasin al-Padani dan ulama lainnya dalam kitab-kitabnya.

Syekh Hasanuddin setelah menyelesaikan pendidikan awalnya di Palembang, kemudian melanjutkan studinya ke Timur Tengah kepada paraulama dunia terkenal, di antaranya ialah ayahnya sendiri Khalifah Jakfar (w.1715), Syekh Aid bin Ali al-Misri al-Makki, Syekh Abdullah bin Salim al-Basri (w.1722), Ahmad bin Muhammad al-Nakhli (w.1718), dll. Beliau menguasai berbagai disiplin ilmu agama seperti: Hadis, fiqih, tauhid, tasawuf, tarekat dan lainnya. Beliau menahun menetap di Makkah bersama saudara-saudaranya Kgs.H. Jakfar, Khalifah Mahdi, dll. Keluarga besarnya ini telah lama bermukim di Makkah.

Setelah merampungkan kuliahnya di tanah suci, iapun ikut mengajar di Makkah. Banyak ulama asal dunia Melayu belajar kepadanya. Sekitar tahun 1740-an, ia kemudian pulang ke tanah kelahirannya, menetap dan mengajar ilmu-ilmu agama di guguk Pengulon di lingkungan Masjid Agung dan keraton. Banyak sekali murid-muridnya.
Saudara perempuannya, yakni Nyayu Badariah binti Jakfar, menikah dengan Kemas Temenggung Jumpong (Mertua jero pager) 1 ilir, dan melahirkan Nyimas Naimah. Kemudian keponakannya Nys. Naimah ini bersuamikan Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (berkuasa: 1724-1757). Makam sultan dan isterinya Nyimas Naimah ini berada di dalam Guba Kawah Tekurep.

Syekh Hasanuddin sendiri menikah dengan Syarifah Habibah binti Khatib Muhammad Jamalullail. Dari perkawinan ini beliau mempunyai beberapa putera-puteri yang terkenal di antaranya ialah: Syekh Muhammad Akib (khalifah Tarekat Sammaniyah), Kgs.M. Saleh, Kgs.M. Amin, dll.

Syekh Kiagus Haji Hasanuddin al-Palembani wafat di Palembang dan dimakamkan di komplek astana Guba Kawah Tekurep Lemabang berdampingan dengan makam anaknya, Kgs.M. Saleh. Oleh karena itu ia dikenal juga dengan sebutan Panglima Kawah Tekurep.

 

Sumber: Dari Berbagai Sumber

 

Info lengkap tentang biografi ulama, silakan buka di http://wiki.laduni.id/Main_Page