Syekh H. Ibrahim BUDI Lamno #1: Sosok Ulama Kharismatik Aceh Meureuhom Daya

 
Syekh H. Ibrahim BUDI Lamno #1: Sosok Ulama Kharismatik Aceh Meureuhom Daya

LADUNI. ID I ULAMA-Aceh yang terkenal sebagai negeri "Serambi Mekkah", tentunya berbicara Aceh tidak terlepas dari peran ulama. Salah satunya ulama kharismatik Aceh yang tidak pernah ingat dari ingatan kita yang berasal dari pantai barat Selatan, Abu Ibrahim Lamno atau masyarakat lebih populer memanggilnya dengan sebutan Abu BUDI Lamno. 

Mengupas Lamno sebuah daerah yang menyimpan aset relegi dan pariwisata. Apabila kita melakukan perjalanan dari Banda Aceh kearah Meulaboh, setelah melewati puncak tertinggi di daerah tersebut tepatnya puncak gunung Geurute maka kita akan memasuki sebuah kota yang terkenal dengan kota Lamno atau Peukan Lamno. 

Sejarah telah mencatat bahwa di daerah Lamno inilah dulu pernah berdiri kerajaan Daya yang pernah mengalahkan pasukan Portugis dan mengislamkan mereka serta mendirikan perkampungan etnis Portugis, sehingga daerah ini juga dikenal dengan perkampungan Si Mata Biru. 

Perjalanan menuju ke atas puncak bukit di daerah Kuala Daya terdapat perkuburan raja – raja Daya yang terkenal dengan Almarhum Daya atau dalam bahasa Aceh biasa disebut dengan Meureuhom Daya, karena itulah daerah ini dikenal juga dengan negeri Meureuhom Daya.
Setelah peleburan kerajaan Daya menjadi kerajaan Aceh Darussalam di tahun 1520 M oleh Sultan Ali Mughayat Syah nama Daya terasa hilang seiring perjalanan waktu.

Tidak jauh dari maqbarah tersebut berdirilah sebuah dayah yang megah yang bernama BUDI. Dayah ini didirikan pada tahun 1967 oleh Teungku Haji Ibrahim Ishak, nama daerah Meureuhom Daya atau Lamno kembali mencuat kepermukaan, terutama bagi yang ingin mengecap pendidikan agama.

A. Silsilah 

Teungku Haji Ibrahim Ishak atau lebih dikenal dengan panggilan Abu Budi Lamno lahir di Mukhan, Lamno, Aceh Barat (sekarang Aceh Jaya) pada tahun 1936. Beliau berumah tangga dengan seorang perempuan bernama Hajjah Sunainiyah. Dari perkawinan itu beliau dikarunia empat orang anak yaitu Nabhani, Chairiati, Afifuddin dan Nurhidayati.

Ketika umurnya telah sampai usia menuntut ilmu, Teungku Ibrahim dimasukkan oleh orang tuanya untuk mengecap pendidikan dasar pada Sekolah Rakyat (SR).

Dengan ketekunan dan kedisiplinannya, beliau menyelesaikan pendidikan di sekolah ini pada tahun 1949. Walaupun pendidikan dasarnya pada lembaga pendidikan umum, namun orang tuanya melihat putranya ini memiliki bakat dan minat pada pendidikan agama.

Atas alasan tersebut  Teungku Ibrahim Ishak selanjutnya dikirim ke Labuhan Haji untuk belajar di Dayah Darussalam yang dipimpin oleh Abuya Muda Waly. Lama beliau belajar di dayah ini hingga tahun 1958.

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi Penggiat Literasi Asal Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga..

Sumber: Referensi Utama "Biografi Ulama Aceh Abad XX Jilid II"