Cara Mencuci Kemaluan Pria dan Wanita yang Benar Sesuai Syariat Islam

Cara Mencuci Kemaluan Pria dan Wanita yang Benar Sesuai Syariat Islam

LADUNI.ID - Seringkali kita merasa telah mencuci kemaluan kita dengan bersih dan benar.  Bersih belum berarti benar. Hal ini penting agar amal ibadah kita diterima.

Banyak orang yang  merasa ibadah mereka sudah bagus, sholat tak pernah alpa tetapi sebenarnya masih tidak terlepas dari ancaman azab api neraka hanya karena tidak benar dalam mencuci kemaluannya.

Hal masih sangat banyak di lalaikan, seringkali kita merasa telah mencuci kemaluan kita dengan bersih dan benar.
Bersih belum berarti benar. Hal ini penting agar amal ibadah kita diterima. Banyak orang merasa ibadah mereka bagus, tetapi sebenarnya masih tidak terlepas dari ancaman azab api neraka hanya karena tidak benar dalam mencuci kemaluannya.

As Sayyidina Abu Bakar R.A. pernah hendak menyolatkan mayat seorang lelaki, tetapi tiba-tiba tersentak dengan suatu benda bergerak-gerak dari dalam kain kafan lelaki itu. Lalu disuruhnya seseorang untuk membukanya. Alangkah terkejutnya ada seekor ular sedang melilit kepala kemaluan mayat lelaki itu. Khalifah Abu Bakar mencabut pedang lalu menghampiri ular tadi untuk membunuhnya. Tetapi ular itu tiba-tiba berkata:

”Apakah salahku? Karena aku diutus oleh Allah untuk menjalankan tugas yang diperintahkan”

Setelah diselidiki amalan lelaki itu semasa hayatnya, ternyata dia merupakan orang yang menyepelekan dalam hal menyucikan kemaluannya setelah selesai membuang air kecil.

Jadi sebenarnya bagaimana cara membersihkan kemaluan kita dengan benar?

LAKI-LAKI: Selepas membuang air kecil, disunnahkan berdehem tiga kali supaya air kencing betul-betul sudah habis keluar. Setelah itu urutlah kemaluan dari pangkal ke ujung (jgn terlalu keras) secukupnya, dengan menggunakan tangan kiri, sehingga tiada lagi air kencing yang tertinggal dalam saluran. Kemudian basuhlah dgn air sampai bersih.

WANITA: Apabila membasuh kemaluannya, hendaklah ia berdehem dan pastikan dicuci bagian dalamnya dengan memasukkan SEDIKIT SAJA jari tengah tangan kiri dan diputar-putarkan secukupnya, sewaktu disiram air bersih. Bukan dengan hanya menyiram air semata-mata, karena hanya dengan menyiram air saja tidak dapat membersihkan bagian dalam kemaluan wanita secara sempurna.

Jika masih merasa ada sesuatu yg menetes atau keluar setelah melakukan kiat diatas maka DI MA'FU (DIMAAFKAN).

SANGAT PENTING UNTUK BUANG HAJAT

Begitu juga sewaktu akan membasuh air besar (berak), jari-jari tangan kiri yang akan dipakai membersihkan sebaiknya diolesi dengan sabun, terutama bagian kukunya. Kemudian sangat penting juga untuk memasukkan satu jari ke dalam dubur SEDIKIT SAJA/SEPERLUNYA, lalu putarkan beberapa kali supaya najis keluar dari dinding dubur, sambil siram dengan air hingga terasa najis benar-benar telah hilang dan bersih.

Hati-hati dgn urusan ini yg terlihat sepele namun besar akibatnya, bukan utk menakut-nakuti atau membuat was-was tetapi utk lbh berhati-hati saja, Karena telah dijanjikan neraka bagi mereka yang tidak istibro’ (menyucikan diri dengan sempurna baik hadas kecil/ hadas besar).

Sudah benar atau tidak kah cara membersihkan kemaluan kita selama ini? Kalau belum benar, mari bersama-sama kita betulkan supaya diri kita bersih dengan cara yang benar.

Catatan:

1. Tidak ada kata malu dalam urusan menyampaikan kebenaran Agama.

2. Jangan beranggapan ilmu fiqih itu jorok, karena fiqih itu menjelaskan sedetail-detailnya

(Tim Asatidz Tafaqquh Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Solo Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi)

Wallahu a'lam insyaallah bermanfaat silahkan praktekkan

Tags