Mazhab Syafi'i #4:  Keagungan Kitab Al-Umm Imam Syafi'i

Mazhab Syafi'i #4:  Keagungan Kitab Al-Umm Imam Syafi'i

LADUNI. ID, KOLOM- Sangat banyak karya Imam Syafi’i sebagaimana telah  di sebutkan di atas, telah ditahkik (diberi catatan kaki) dengan sangat bagus dan lengkap oleh DR. Ahmad Badruddin Hasun dengan judul Mausu’ah al-Imam asy-Syafi’i .

Uraian dari kitab tahkiknya ini awalnya adalah risalah Dukturah beliau yang diajukan ke Jami’ah Islamiyyah di Karachi Pakistan. Buku ini dicetak pertama kali oleh Dar Qutaibah di Beirut pada tahun 1996 dalam 15 Juz yang dikumpulkan dalam 10 Jilid besar. 

Para peneliti yang telah mencoba menelusuri kajian yang lebih mendalam menyebutkan bahwa kitab tahkikan DR. Ahmad Badruddin Hasun ini adalah yang paling baik dan paling lengkap dalam segi tahkikan dan kekayaan maklumat yang dikandungnya.

Beranjak dari itu untuk mengetahui dalil-dalil di dalam kitab al-Umm ini, ada kitab, yakni Ma’rifatus Sunan wal Atsar karya Imam al-Hafidz al-Baihaqi.

Kitab ini sangat berguna untuk mengetahui dalil-dalil Imam Syafi’i terutama dalil-dalil dari Sunnah dan Atsar serta bagaimana kedudukan haditsnya dan sanadnya.

Kadang-kadang dalam kitab al-Umm sendiri tidak disebutkan dalilnya, tapi langsung ke hukumnya. Buku ini dicetak oleh Darul Kutub Ilmiyyah Beirut dengan muhakik Sayyid Karwi Hasan.

Dalam mazhab Syafi'i generasi pertama setelah Imam Syafi’i telah melahirkan banyak karya. 

Disini yang dimaksud dengan tokoh Syafi’iyyah generasi pertama di sini adalah untuk menyebut dua imam besar madzhab Syafi’i yakni Imam Rafi’i (557-623H) dan Imam Nawawi (631-676 H).

Karya-karya dua imam ini dalam madzhab Syafi’i mempunyai kedudukan sangat penting, bahkan terpenting setelah karya-karya Imam Syafi’i. 

Ketika seseorang ingin mengetahui pendapat ulama madzhab Syafi’i (bukan pendapat Imam Syafi’i ) tentang sebuah masalah, maka karya-karya dua imam ini dapat mewakilinya

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi asal Aceh. Sumber: Laskar Nabawi