Ngaji Bersama PW IPNU-IPPNU BALI | Modernisasi Media

Ngaji Bersama PW IPNU-IPPNU BALI | Modernisasi Media

LADUNI.ID | BALI - Bertempat di gedung PWNU Bali (10/11/2018) PW IPNU-IPPNU Bali kembali mengadakan Istighotsah rutin mingguan yang dikemas dengan sharing diskusi khas ala Aswaja.

Diskusi kali ini bertema “Memodernisasi Media Dalam Lingkup Aswaja-nya Pelajar” dengan mengundang M. Khadafi (Times Indonesia) sebagai pembicara, dan Wandi Abdullah (koresponden Al Fiqr) sebagai moderator untuk berbagi ilmu dengan para kader IPNU-IPPNU wilayah Bali.

Kegiatan rutin mingguan ini dilaksanakan dalam rangka sebagai ajang silaturahmi antar kader dan sekaligus sebagai wadah untuk menambah wawasan kekinian para pelajar NU Bali dalam suasana keaswajaan, agar tidak tertinggal dalam menjalankan misi organisasi yaitu salah satunya adalah pengabdian dalam masyarakat.

Dalam paparannya M. Khadafi mengatakan, “Sebagai praktisi media kita sering terikat dengan suasana di negeri ini, namun kita harus berusaha menampungnya”.

Menanggapi pertanyaan seorang kader tentang bagaimana menyikapi kesalahan yang kerap dilakukan dalam menulis di media M. Khadafi menjelaskan, “Pasti ada saja kesalahan, itu normal, untuk itu kita harus lakukan verifikasi. Dalam media kita bisa menjadi iblis dan malaikat, untuk itu perlunya kita harus berhati-hati dalam menulis”.

Selanjutnya Khadafi melanjutkan untuk menjawab pertanyaan kader lainnya tentang sikap kita ketika org lain membully impian yang kita kejar, “Agar selalu diingat bahwa orang yang sukses adalah orang yang konsisten, kita   harus fokus dalam tujuan, tidak perlu terlalu menanggapi pandangan negatif setiap orang terhadap impian kita selagi impian itu positif”.

“Dalam media kita dapat berpikir panjang dan luas, namun harus menulis dengan sederhana dan jelas, agar orang lain dapat mudah memahami”, tambahnya.

Acara yang telah menjadi kegiatan rutin dan turut menyemarakkan suasana di gedung PWNU Bali pada tiap Sabtu malam ini menjadi kegiatan andalan PW IPNU-IPPNU Bali dalam semakin mengintensifkan komunikasi baik antar kader maupun antar banom dan lembaga yang ada di PWNU Bali sehingga ikatan kebersamaan semakin tumbuh dalam bersama sama berjuang bagi kemaslahatan warga Bali pada umumnya dan khususnya Nahdliyin.

Pada akhir acara malam itu, tak lupa para pengisi acara berpesan kepada para kader pelajar NU yang hadir. Wandi Abdullah selaku moderator malam itu yang menyampaikan agar selalu selektif dalam mengukur keakuratan data yang akan ditulis, lihat sumbernya, resmi, kredibel, atau abal abal. Dan  selalu mengisi kegiatan luang dengan memperbanyak aktifitas yang positif dan membangun seperti diskusi.

Sedangkan M. Khadafi berpesan, “Menulislah jika kalian ingin abadi, karena jika kalian  meninggal nanti, tulisan akan tetap hidup”. 

(ard/dad)