Sifat dan Karakteristik Tulisan

Sifat dan Karakteristik Tulisan

LADUNI. ID, KOLOM-“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari".

Pramoedya Ananta Toer menuliskan kata-kata itu dalam buku 'Child of All Nations'. Penggalan kalimat di atas merujuk pada kata-kata ibunya yang sepenuh hati mencintai Pram. Dan benar saja, hingga Pram meninggalkan dunia ini, kata-katanya tak pernah mati. Ia tetap abadi.

Begitulah penggambaran betapa pentingnya menulis itu. Ia seakan punya nyawa dan hidup. Apalagi kalau tulisannya memang penuh kesan bagi pembacanya. Karena hidup, maka tulisan selayaknya pula memiliki sifat dan karakteristik.

Memulai menulis berarti bermula pula memahami apa yang kita tulis. Karena tulisan yang bernyawa adalah tulisan yang juga dengan mudah dipahami orang lain. 

Tulisan yang tidak bernyawa bisa jadi karena penulisnya nyaris tidak memahami apa yang ia utarakan.
Bukan hanya pada penulisan ilmiah, sekadar menulis di blog pun harusnya punya sifat dan karakter yang kuat. 

Semakin berkarakter tulisan kita, akan semakin mudah orang mengidentifikasi. Meski di copy oleh orang lain, karakter penulisnya akan tetap terbaca dengan mudah.

Secara umum, karya tulis memiliki sifat yang ilmiah. Diantaranya:

Lugas : Artinya tulisan tidak mengandung unsur emosional berlebih di dalamnya. Tidak pula mengandung arti yang luas. Misal hendak menulis soal cara menulis, yang dibahas ya cara menulis, tidak memasukkan usur lain seperti cara memperbaiki sepeda di dalamnya

Logis : Kata-kata yang dipakai dalam tulisan tidak melabrak aturan, alias disusun secara konsisten. Kalau menulis cara memasak gulai, harusnya lebih runut dengan logika yang masuk akal. Jangan membuat orang berpikir cara yang kita sampaikan tidak mungkin terwujud. 

Efektif : Kalimat yang disajikan merupakan kebulatan pikiran. Jangan menyajikan kalimat yang membuat dahi pembaca mengkerut karena tidak paham. Di dalamnya ada unsur penekanan serta pengembangan yang berdaya guna. 

Efisien : Sebaiknya dalam menyajikan tulisan, kata-kata yang dipilih merupakan bahasa umum yang mudah dipahami manusia. Jangan menulis untuk menyenangkan robot, karena yang menilai pada akhirnya adalah manusia. Kalau ada kata yang kurang populer, sebaiknya mencari padanannya. 

Baku : Khasanah bahasa Indonesia kita sangat kaya. Tulisan yang baik menggunakan kata yang baku. Jangan karena ingin dituduh anak modern, bahasa juga sesuai kata-kata sehari-hari. Singkatnya, hindari menggunakan kata alay atau menulis dengan banyak singkatan dan unsur huruf dan angka. Jangan. 


Sifat dasar tulisan di atas penting diperhatikan. Walau untuk menulis di blog tidak selamanya diperlukan. Namun yang paling mendasar adalah tulisan itu mudah dipahami dan pesan yang hendak disuarakan sampai ke pembaca.

Sumber: Wisa Rahardi, www.blogooblok.com