Gus Sholah Menyesalkan Pernyataan Soal MLB PBNU

Gus Sholah Menyesalkan Pernyataan Soal MLB PBNU

LADUNI.ID, Jakarta – KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah), Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang menyesalkan ucapan Choirul Anam, juru bicara Halaqah Ke-2 Dzurriyah Muassis NU di Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. Gus Sholah menilai statemen Cak Anam, sapaan akrab Choirul Anam, bahwa halaqah menyerukan agar PBNU menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB), sama sekali tidak benar.

"Pembicaraan tentang MLB (di Halaqah) sama sekali tidak dibahas. Itu hanya pendapat pribadi," ucap Gus Sholah, seperti dikutip LADUNI.ID dari laman TIMES Indonesia dan Tebuireng Online. Statemen Gus Sholah ini sekaligus menjawab statemen Cak Anam yang dipublish oleh sejumlah media.

"Pemberitaan dalam detikcom tentang MLB (Muktamar Luar Biasa) dan pergantian Rais Am, sama sekali tidak dibahas (dalam komite khittah). Itu pendapat pribadi,” tandas Gus Sholah dalam klarifikasinya.

Pada Halaqah ke-2 Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama bersama para kiai dilangsungkan di kediaman KH Hasib Wahab Chasbullah, kompleks Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang.

Halaqah ini dihadiri seratusan kiai dari Jawa, Madura dan Sumatera. Halaqah pertama diadakan di Tebuireng pada Rabu, 24 Oktober 2018 lalu.

Menurut Jubir Halaqah Choirul Anam, usai acara, menyampaikan sejumlah hasil kesepakatan Halaqah. Salah satunya seruan MLB untuk memilih Rais Aam baru pasca KH Ma'ruf Amin menjadi Cawapres Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Choirul Anam bahkan menyampaikan kepada seluruh media bahwa seruan MLB untuk mengganti Rais Aam yang kini dijabat KH Miftahul Ahyar sebagai Pjs Rais Syuriyah PBNU itu.

"Kami serukan kepada PBNU untuk segera memanggil seluruh ulama dan pengasuh pesantren se Indonesia untuk mengangkat Rais Aam yang baru," ucap Choirul Anam.

Keterangan inilah yang dibantah keras Gus Sholah. Cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari ini menganggap statemen itu pendapat pribadi Choirul Anam, sama sekali bukan suara peserta halaqah.

Choirul Anam selama ini memang kerap melontarkan pernyataan-pernyataan berseberangan yang berkaitan dengan NU. Mantan Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) ini sering berseberangan dengan pengurus PBNU.

PKNU yang pernah dipimpin Choirul Anam sendiri dideklarasikan di Tuban, Jawa Timur, pada 30 Maret 2017. Karena kurang mendapat dukungan warga Nahdliyin, akhirnya PKNU berfusi ke Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto pada 17 Februari 2013. Sampai sekarang PKNU menjadi sayap bagi Partai Gerindra untuk mendulang suara NU. Termasuk pada Pilpres 2014 dan 2019 ini.

Tiga Hasil Halaqah

Gus Sholah mengungkapkan, dalam Halaqah ke-2 di Tambak Beras itu, ada tiga poin penting yang dihasilkan. Pertama, akan silaturrahmi ke kiai-kiai sepuh untuk meminta restu dan nasihat berkaitan gerakan komite khittah. Kedua, komite khittah tidak ada urusan dengan dukung-mendukung dalam Pilpres dan tetap dalam posisi di tengah.

Ketiga, meminta semua bersikap santun dalam menyampaikan gagasan dan pendapat, sekaligus mengedepankan akhlakul karimah.

Selain Gus Sholah, tampak hadir dalam halaqah ke-2 itu, Prof Aminuddin Kasdi, Prof Ahmad Zahro, KH Suyuti Toha dari Banyuwangi, Prof Nasihin Hasan dari Jakarta, KH Maimun dari Sumenep.

Tampak pula Gus Muzammil dari Yogyakarta, Tengku Bulkaini dari Aceh, KH Musthofa Abdullah dari Bogor,  Gus Endang Muttaqin dari Tangerang, KH Zainal (Jawa Tengah).

Acara tersebut diisi dengan sambutan dari Prof A Zahro, Gus Hasib, dan sejumlah kiai sepuh kultural, yang juga ikut andil dalam memberikan pendapat dan gagasan dalam acara Halaqah Ke-2 Dzurriyah Muassis NU tersebut. (Sumber: Times Indonesia)