Syekh Ihsan al-Jampesi #1: Sang Ulama Dunia Asal Indonesia dan Melahirkan Banyak Karangan

Syekh Ihsan al-Jampesi #1: Sang Ulama Dunia Asal Indonesia dan Melahirkan Banyak Karangan

LADUNI. ID, KOLOM- Selama di Pulau Walisongo dalam sebuah kegiatan di waktu senggang penulis mengagendakan ziarah ke Makam Syaikh Ihsan Jampes. Seorang ulama nusantara yang amat kesohor pada masanya. 

Makam beliau terletak di Desa Gampengrejo, Kediri. Sekitar 6 km dari kediaman saya saat ini. Agenda ziarah ulama kerap penulis lakukan, terutama di bulan Rabiu'ul Awal.

Setelah membaca beberapa halaman kitab Siraj Al Thalibin, kemudian juga beberapa surah Al Quran dan zikir yang ma'tsur. Rasa terkagum kagum dengan untaian kalimat karyanya. Pantas KH Hasyim Asy'ari berujar kitab ini perpaduan antara sastra dan tashawuf.

Setelah beberapa saat tiba di tempat tujuan, kebetulan baru saja ada rombongan yang keluar dari area makam. Di sekitaran makam ada beberapa orang yang nampaknya sudah cukup lama duduk membaca Al Quran. 

Selama satu setengah jam duduk, ratusan orang silih berganti memasuki area makam. Mereka umumnya rombongan, dipimpin oleh seorang Ustaz, membaca wirid dan doa. Tidak ada yang berfoto. Fenomena tersebut kalah jauh dalam hal terakhir ini. 

Nama lengkap beliau adalah Syaikh Ihsan bin KH Dahlan bin Saleh. Lahir di Jampes tahun 1901. Anak kedua dari 14 bersaudara. Kakeknya merupakan penuntut ilmu yang ulung, nenek beliau Isti'anah adalah anak dari KH. Mesir, cicit pendiri Kerajaan Mataram. 

Nenek Isti'anah juga masih keturunan Raden Rahmat atau Sunan Ampel, salah seorang wali sembilan di tanah jawa. Syaikh Ihsan Jampes mulanya bernama Bakri, anak kedua dari pasangan KH Dahlan dan Artimah. 

Ia menuntut ilmu di banyak pondok, termasuk  di Bangkalan Madura bersama KH. Kholil Bangkalan; Soko Guru ulama ulama Jawa. Syeikh Ihsan tidak pernah menetap lama di sebuah Pesantren. 

Di Bangkalan ia menetap 1 bulan mempelajari Alfiyah Ibnu Malik, belajar Ilmu Falak di Jamsaren Salatiga sebulan, di pondok KH Shaleh Darat hanya 20 hari, demikian juga di Termas, Pacitan.

Tahun 1926, Bakri menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Sejak saat itu pula namanya berubah menjadi Ihsan. Tahun 1928 ayahnya meninggal. Pesantren dikelola oleh adik ayahnya. Tahun 1932 mulailah KH Ihsan menjadi pengasuh Pondok Pesantren Jampes.

Sosok KH. Ihsan salah seorang yang sangat produktif menulis, misalnya dalam bidang Astronomi beliau menulis Tashrih Al 'Ibarat (1929) syarah Natijah Al Miqat karya KH Ahmad Dahlan Semarang (w.1911) adik dari KH Mahfud Termas yang amat populer dengan Hasyiah Al Tarmasy dalam Fikih Syafii.

Beliau juga menulis Manahij Imdad Syarah Irsyadul 'Ibad (Tauhid, Fikih dan Tasawuf) karangan Zainuddin Al Malibari ( w. 982), pengarang kitab Fathul Mu'in dan murid dari Syaikh Ibnu Hajar Al Haitsamy. 

***Tgk. Zahrul Bawady, Alumni Universitas Al-Azhar Mesir dan Dayah Bustanul Ulum Langsa. 

*Negeri Walisongo, 9 Rabiul Awal 1440 H (Sabtu, 17/11/2018)