Teungku Chiek di Pasi #8:Negeri Tungue dan Tupai Kala Mendapatkan Kutukan

Teungku Chiek di Pasi #8:Negeri Tungue dan Tupai Kala Mendapatkan Kutukan

 

LADUNI.ID,  ULAMA - Sosok Tengku Chik di Pasi memiliki banyak karamah dan kemuliaan. Seakan tidak cukup tinta untuk mengisahkan tentang sang waliyullah kelahiran Gigieng, Simpang Tiga, Pidie itu.

Salah satunya kenapa di daerah Tungue, Simpang Tiga, tupai tidak ditemukan. Bahkan, kabarnya tidak ditemukan jejak kehidupannya sama sekali. Benarkah? Lantas, apakah sebab “berdosa” dengan Teungku Chik Di Pasi?  

Sebuah kisah yang sudah ma’ruf dan popular dalam masyarakat diceritakan bahwa pada suatu hari beliau datang ke Teungue, Kecamatan Simpang Tiga.

 Ini sering dilakukannya, bahkan ke gampong-gampong lainnya, tidak hanya Teungue. Ketika tiba di Teungue, diceritakan bahwa beliau beristirahat di bawah pohon kelapa. 

Tiba-tiba tupai yang ada di pohon kelapa tersebut kencing dan jatuh menimpa kain Tgk. Chik. Melihat kainnya kena kencing tupai, beliau merasa kesal dan berkata yang intinya agar Teungue aman dari serangan tupai.

Sampai sekarang pun tidak ada seekor tupai pun yang bertahan hidup di daerah Teungue. Mengenai hal ini penulis mempersilakan kita semua untuk menguji kebenarannya. Sudah banyak orang yang datang sengaja membawa tupai ke Teungue, tapi yang terjadi tupai tidak dapat bertahan hidup lama dan akhirnya mati. (Zarkasyi, Kisah Hidup Aulia, 2011).