Ali Hasymy #2: Tokoh Ulama Nusantara

Ali Hasymy #2: Tokoh Ulama Nusantara

LADUNI.ID,ULAMA- Teungku Hasyim di samping seorang ulama yang pernah menjadi pimpinan Baitul Mal pada masa Panglima Polem di Seulimeum, juga sebagai pejuang dalam menghadang serangan Belanda di Aceh antara tahun 1873 - 1914. Maka tidak mengherankan darah pejuang dan keulamaan sang ayah mengalir ke tubuh Ali Hasjmy. Kemudian Ali Hasjmy sendiri yang telah tumbuh menjadi dewasa, menjadi tumpuan keluarganya.

Oleh karena itu pada usia dewasa dia telah ikut adil dalam membantu pendidikan saudara-saudaranya yang lain. Saat Ali Hasjmy berusia 27 tahun, tepatnya tanggal 14 Agustus 1941. Ali Hasymi ketika sudah menanjak dewasa, akhirnya orang tuanya  mempersunting seorang gadis sekampung dengannya yang bernama Zuriah, puteri ini lahir bulan Agustus 1926.

Tentunya umur mereka pada waktu itu terpaut 12 tahun. Sebenarnya kalau kita telusuri lebih jauh kelurga Ali Hasjmy dengan Zuriah ternyata masih dalam satu rumpun yang dekat. Akan tetapi jika ditarik garis keturunan keduanya, Zuriah mempunyai garis keturunan lebih awal dari Ali Hasjmy.

Ayah Zuriah dengan Nenek Puteh adalah saudara sepupu, berarti Zuriah dengan ibu Ali Hasjmy (Nyak Buleuen) adalah saudara sepupu. Jadi seharusnya Ali Hasjmy memanggil Zuriah (isterinya) bibi atau makcut.

Perkawinan Ali Hasjmy dengan Zuriah, dikarunia tujuh orang anak. Satu di antaranya telah lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa yaitu A.H.Gunawan, sedangkan keenam anak-anaknya yang masih hidup masing-masing lima lelaki dan satu perempuan. Mereka adalah : A.H, Mahdie, A.H. Surya, A.H. Dharma, A.H Mulya, A.H Dahlia, A.H. Kamal. Perhatian Ali Hasjmy terhadap pendidikan anak-anaknya selalu diutamakan.

Hal ini sebagaimana pengakuan Surya, anak kedua Ali Hasjmy bahwa sebagai anak, mereka dididik keras sewaktu kecil dan ayahnya selalu memperhatikan hal-hal yang menyangkut pendidikan agama maupun pendidikan umum.

Dengan perhatian Ali Hasjmy anak-anaknya rata-rata berpendidikan sarjana. Kemudian Ali Hasjmy sebagai figur seorang ayah, bagi Dahlia anak kelima Ali Hasjmy menuturkan dalam tulisannya bahwa ayahnya Ali Hasjmy adalah sosok panutan dengan kesabaran dan rasa tanggung jawab serta memiliki tenggang rasa yang sangat menonjol.

**Helmi Abu Bakar El-Langkawi,Penggiat Literasi Asal Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga.

sumber:  Muhammad Nazir, Perspektif Metode Dakwah Islam Studi Analisis Pemikiran Ali Hasjmy, 2014