Ali Hasjmy #8: Jenjang Karier Ali Hasjmy

Ali Hasjmy #8: Jenjang Karier Ali Hasjmy

LADUNI.ID,ULAMA-Ali Hasjmy adalah pribadi penuh pesona dan banyak di kenal lewat tulisan-tulisannya. Sebagai seorang yang sangat kreatif terkesan orisinil dalam banyak gagasan-gagasannya.

Kreatifitasnya tidak didapat begitu saja melainkan tumbuh dari proses internal dan eksternal. Proses internal ini tumbuh dalam dirinya sehingga selalu termotifasi untuk berbuat suatu karya yang kemudian menjadi kepuasan tersendiri dalam dirinya.

Sedangkan proses eksternal, kreatifitas berkembang melalui dasar latihan dan lingkungan yang membentuknya. Seperti yang dialami Ali Hasjmy, faktor internal sangat mendominasi dan   mempengaruhi   dalam   menumbuhkan   imajnasinya   sehingga menjadi sosok yang produktif dalam bidang tulis menulis.

Hal ini diawali dari tumbuhnya kesadaran dari dalam dirinya yang sangat rajin membaca buku-buku yang dimulai ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Menurut pengakuan Ali Hasjmy, sekurang-kurangnya dua buku yang dibaca dalam satu minggu.

Semuanya ini tentu dimulai dari kesannya yang mendalam dari surat al -'Alaq yang dihayatinya sejak masih kecil. Ayat 1 sampai dengan 5 itulah yang sangat mempengaruhi kehidupan ilmiahnya, bahkan menjadi motivasi untuk menuju kualitas dirinya

Terlepas dari penilaian tentang buku-buku yang ditulis, namun dari apa yang dilakukan melalui tulisan-tulisan yang dibukukan tidak dapat dibantah bahwa Ali Hasjmy adalah seorang penulis yang produktif, bukan saja untuk ukuran daerah Aceh tapi juga untuk konsumsi Nasional bahkan Regional. Dari produktifitas inilah

Ali Hasjmy telah menulis tidak kurang dari 60 buku yang memuat dalam berbagai bidang ilmu, khususnya sejarah, roman, puisi, pemikiran keagamaan, politik kenegaraan, dan konsentrasi umum. Dari segi perjuangannya Ali Hasjmy menjadi tokoh perjuangan empat zaman yakni zaman perjuangan melawan Belanda, masa pendudukan jepang, masa orde lama dan masa orde baru.

 Gerakan perjuangan yang merupakan kehidupan Ali Hasjmy, nampaknya tidak hanya dibidang politik saja melainkan dibidang dakwah yang berkaitan dengan konsep amar makruf nahi mungkar.

 Perjuangan ini terutama ketika duduk sebagai ketua MUI D.I Aceh. Ilmu dakwah baginya tidak hanya ditekuni sebagi ilmu pengetahuan tetapi menyatu dengan dirirya sehingga peran dan jabatan apapun yang diemban, unsur dakwahnya selalu menghiasi di setiap langkah kegiatan yang dilaksanakan.

**Helmi Abu Bakar El-Langkawi,Penggiat Literasi Asal Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga.

*Sumber:  Muhammad Nazir, Perspektif Metode Dakwah Islam Studi Analisis Pemikiran Ali Hasjmy, 2014