Hukum Mandi Telanjang dalam Islam

Hukum Mandi Telanjang dalam Islam


LADUNI. ID- Mandi bersama antara sepasang suami istri itu hukumnya boleh. Imam Nawawi, Imam Thohawi dan Imam Qurthubi menyatakan bahwa hukum ini telah disepakati oleh semua ulama' (ijma'). Diantara dalilnya adalah sebagai berikut : 

1. Hadits Aisyah radiyallahu 'anha, beliau berkata: 

كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ 

"Aku mandi bersama Rosululloh shollallohu 'alaihoi wasallam dari satu bejana." (Shohih Bukhori, no.250 dan Shohih Muslim, no.321) 

2. Hadits Ummu Salamah radiyallahu 'anha: 

كَانَتْ هِيَ وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلَانِ فِي الْإِنَاءِ الْوَاحِدِ 

"Bahwasanya ia (Ummu Salamah) dan Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam mandi bersama pada satu bejana." (Shohih Muslim, no.324) 

Begitu juga apabila mandinya dilakukan dengan telanjang sehingga satu sama lainnya bisa melihat seluruh badannya, sebab sudah tidak ada lagi batasan aurot antara laki-laki dan wanita yang sudah menikah dan menjadi sepasang suami istri. Alloh berfirman : 

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30 

"Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya (29) , kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela (30)." (Al-Ma'arij : 29-30) 

Kesimpulannya mandi telanjang dengan istri hukumnya boleh. Wallohu