Kapolri: Serangan KKB ke Pekerja di Nduga Terkait dengan Eksistensi 

Kapolri: Serangan KKB ke Pekerja di Nduga Terkait dengan Eksistensi 

LADUNI.ID,JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan aksi pembunuhan terhadap para pekerja proyek jembatan pada jalan Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga dikarenakan masalah eksistensi. Pasalnya menurut Tito tanggal 1 Desember itu adalah hari penting bagi mereka

"Yang berkaitan dengan masalah pandangan politis mereka sebagai hari ketika Belanda memberikan kemerdekaan kepada kelompok itu di sana," kata Tito dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12) 

Menurut Tito setiap tanggal 1 Desember biasanya mereka untuk menunjukkan eksistensi ada saja insiden yang dilakukan oleh mereka. Mulai dari pengibaran bendera sampai kepada penyerangan oleh kelompok bersenjata. 

"Biasanya, kalau menyerang, yang diserang biasanya aparat. Kalau aparatnya sulit mencari sasaran lemah, sasaran lemahnya itu biasanya pendatang oleh kelompok-kelompok itu," tuturnya

Ia menyebutkan, kelompok Edianus Kogoya ini pada saat Pilkada juga menekan, meminta, memeras kepada pemerintah daerah. Selain itu mereka juga memeras kepada pendatang, dan masyarakat lainnya. Kemudian Kapolri mengirimkan pasukan Polri dan TNI Kenyam  Ibu kota aman.

“Tapi kelompok ini Edianus Kogoya ini kemudian bergeser berpindah di sekitaran Nduga,” ujar Kapolri.

Saat ini, lanjut Tito pemerintah mengirimkan tim gabungan Polri dan TNI yang dipimpin langsung oleh Kapolda dan Pangdam. Ia menilai, kekuatan mereka tidak banyak sebetulnya, lebih kurang 30 sampai 50 orang dengan 20 pucuk senjata. Karena itu, kekuatan yang dikirim jauh lebih besar.

“Sangat yakin kita sebentar lagi akan bisa kita kendalikan. Persoalannya adalah medan yang berat, hutan dan lain-lain yang luas. Sehingga mereka mungkin akan lari dari satu tempat ke tempat lainnya,” ungkap Kapolri.

Menurut Kapolri, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Menteri PUPR untuk meningkatkan pengamanan, sehingga  pembangunan sesuai dari perintah Presiden harus jalan terus.

“Kita akan jalankan terus, kita akan amankan. Dan kami melakukan koordinasi yang lebih intens kepada jajaran Kementerian PUPR,” tegas Kapolri.