Syaikh Mahfudz at- Tarmasi, al- Muhaddist Nusantara yang Mendunia

Syaikh Mahfudz at- Tarmasi, al- Muhaddist Nusantara yang Mendunia

Syaikh Mahfudz at- Tarmasi memiliki nama lengkap Muhammad Mahfudz bin Abdullah bin Abdul Manan bin Dipomenggolo at Tarmasi al Jawi. Beliau lahir pada tanggal 12 Jummadil Ulla (25 Rojab) tahun 1258 yang bertepatan 31 Agustus 1842 M. Dilahirkan di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten, Pacitan, Jawa Timur (pada masa itu desa Tremas masih termasuk wilayah Karasidenan, Solo, Jawa Tengah) saat Syaikh Mahfudz lahir Kiai Abdullah (Ayahnya) sedang berada di Mekkah, Ia merupakan putra tertua Kiai Abdullah, dan bermukim di Mekah sampai beliau wafat pada 1 Rajab 1338 H/ 20 Mei 1920 M. Mahfudz sangat berjasa dalam memperluas cakupan ilmu-ilmu yang di pelajari di pesantren-pesantren di Jawa, termasuk hadis dan ushul fiqh.

Pendidikan Syaikh Mahfudh dimulai dari keluarganya sendiri di bawah asuhan ayahnya Al-Alamah Haji Abdullah secara intensif, meliputi belajar Al-Qur’an dan beberapa kitab klasik diantaranya adalah Fathul Mu’in, Fathul Wahhab, Syarah As-Syarqowiyah Al-Hikam dan sebagainya tafsir Al-Jalalin hingga sampai surat Yunus saja. Keinginan untuk memperdalam ilmu agama tidak pupus begitu saja, yang akhirnya beliau memilih pondok pesantren di daerah Semarang  Jawa Tengah yang pada saat itu diasuh oleh Al-Allamah Haji Muhammad Sholeh bin Umar atau yang dikenal dengan sebutan Mbah Sholeh Darat, diantara kitab-kitab yang dikajinya adalah: Syarah Hikam (dua kali khatam), Tafsir Jalalain (dua kali khatam), Syarah Al-Mardini dan Wasilah Ath-Thullab, kitab yang terakhir ini mengenai ilmu falak dan ditashih serta di-tahqiq oleh Syekh Ahmad Al-Fathani.
 
Setelah itu beliau hijrah ke Makkah Al-Mukaramah guna menyempurnakan ilmunya di bawah bimbingan beberapa ulama kenamaan pada saat itu, diantaranya adalah Syekh Ahmad Al-Minsyawi yang dikenal dengan nama Muqri, beliau belajar Qiro’ahnya Imam Ashim dan Tajwid, sebagian syarah Ibni Al-Qashih ‘Ala Asy-Syatibiyyah (tidak sempat khatam). Dalam masa yang sama beliau juga belajar kepada Syekh Umar bin Barakat Asy-Syami, kitab yang dikajinya adalah Syarah Syudhuru As-Zahab Li Ibni Hisyam.

Kitab ini disusun oleh gurunya. Kemudian berguru kepada Syekh Mustafa Al-Afifi, Kitab yang dipelajarinya adalah Syarah Jam’ul Jamawi’ Lil Mahalli dan Mughni Al-Labib, juga kepada Sayyid Husain bin Sayyid Muhammad Al-Habsyi, kitab yang dikajinya adalah Shahih Al-Bukhari. Kemudian berguru kepada Syekh Muhammad Sa’id Ba Basha’il, kitab yang dikajinya adalah Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tarmidzi dan Sunan An-Nasa’i, kemudian berguru juga kepada Sayyid Ahmad Az-Zawawi, kitab yang dipelajarinya adalah Syarah Uqud Al-Juman, karangan gurunya itu, dan sebagian kitab Asy Syifa’ Lil Qadhi Al-Iyadh. Kemudian berguru kepada Syekh Muhammad Asy Syarbini Ad-Dimyathi, kitab yang dikajinya meliputi, Syarah Ibnu Al-Qashih, Syarah Ad Durrah Al-Mudhi’ah, Syarah Thaiban An-Nasyr Fi Al-Qira’at Al-‘Asyr, Ar Raudh An-Nadhir Lil Mutawali, Syarah Ar-Ra’iyah Ittihaf Al-Basyar Fi al-Qirad Al-Arba’ah Al-‘Asyar dan Tafsir Al-Baidhawi bi Hasyiatihi.
 
Kemudian berguru kepada Sayyid Muhammad Amin bin Ahmad Ridhwan Al-Madani, Kitab yang dikajinya adalah Dala’il Al-Khairat, Al-Ahzab, Al-Burdah, Al-Awwaliyat, Al-‘Ajluni dan Al-Muwatha’ karya Imam Malik. Ulama’ yang paling banyak mengajarnya dalam pelbagai ilmu seluruhnya adalah Sayid Abi Bakr bin Sayyid Muhammad Asy-Syatha’. Beliau adalah ulama’ alim ‘allamah pengarang kitab terpopuler di kalangan pesantren di Indonesia, terutama Jawa yaitu I’anathut Thalibin syarah kitab Fathul Mu’in yang selesai ditulis bulan Syawal 1300 H. Sebelum dicetak kitab tersebut ditashih dan ditahqiq oleh Syekh ahmad Al-Fathani dan Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah Al-Makki.

Mahfudz at- Tarmasi seorang ulama yang produktif dalam dunia tulis menulis, seluruh karyanya lebih dari 20 judul buku ditulis dengan bahasa arab, hampir seluruh pesantren di Indonesia memakai kitabnya sebagai rujukan, bukan hanya pesantren, bahkan universitas ternama di timur tengah banyak pula yang memakai kitabnya.

Mahfudz at- Tarmasi termasuk sedikit dari ulama Indonesia yang diizinkan untuk mengajar di Masjidil Haram, ilmu dan kealimannya dikenali dunia internasional. Banyak tokoh ulama di Indonesia yang menjadi muridnya seperti Hasyim Asy’ari (Tebuireng Jombang), Abdul Wahab Hasbullah (Tambakberas Jombang), Bisri Syansuri (Denanyar Jombang), Shaleh (Tayu Pati), Asnawi (Kudus), Dahlan (Kudus), dan lain-lain.

Ketika Mahfudz at- Tarmasi dan Muhammad Dimyathi sedang berada di tengah-tengah belajar di Mekkah, datang kabar dari Indonesia bahwa ayah mereka Kyai Abdullah wafat. Maka salah satu diantara mereka harus ada yang pulang kembali ke Indonesia untuk meneruskan perjuangan ayahnya, karena Mahfudz at- Tarmasi sudah bertekad untuk tetap tinggal di Mekkah hingga akhir hayatnya, maka Muhammad Dimyathi yang kembali ke Indonesia.

Syaikh Mahfudz at- Tarmasi wafat pada tahun 1920 di Mekkah. Atas pengakuan Syekh Yasin al- Fadani (ulama Indonesia berasal dari padang), beliau mendapat banyak gelar seperti ‘Allamah (sangat alim), Al Muhaddist (ahli hadist), Al Musnid (mata rantai sanad hadist), Al Faqih (ahli fiqh), Al Ushuli (ahli ushul), dan Al Muqri’ (ahli qiraat).

 

Syeikh Mahfudz at- Tarmasi termasuk salah seorang ulama nusantara yang banyak menghasilkan karangan dalam bahasa Arab seperti halnya ulama’-ulama nusantara lainnya yang bermukim di Mekah, seperti Syeikh Nawawi al-Bantani, Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau dan Syeikh Abdul Hamid Kudus.

Diantara karangan-karang beliau adalah :

1. As-Siqayatul Mardhiyah fi Asamil Kutubil Fiqhiyah li Ashabinas Syafi’iyah, Selesai penulisan pada hari Jum’at, Sya’ban 1313 H. Dicetak oleh Mathba’ah at-Taraqqil Majidiyah al-’Utsmaniyah, Mekah (tanpa tahun).

2. Muhibah zil Fadhli `ala Syarh al-’Allamah Ibnu Hajar Muqaddimah Ba Fadhal, Kitab fiqh empat jilid ini merupakan syarah atau komentar atas karya Abdullah Ba Fadhl ”Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah”. Kitab ini boleh dibilang jarang diajarkan di pesantren, lebih banyak digunakan oleh kiai senior sebagai rujukan dan sering dikutip sebagai salah satu sumber yang otoritatif dalam penyusunan fatwa oleh para ulama di Jawa. Kitab ini terdiri dari empat jilid. Jilid pertama diselesaikan pada 25 Safar 1315 H,. Jilid kedua diselesaikan pada hari Jum’at, 27 Rabiulakhir 1316 H. Jilid ketiga diselesaikan pada malam Ahad, 7 Rejab 1317 H. Jilid keempat, diselesaikan pada malam Rabu, 19 Jamadilakhir 1319 H. Dicetak oleh Mathba’ah al-’Amirah asy-Syarfiyah, Mesir, 1326 H.

3. Kifayatul Mustafid lima ala minal Asanid, diselesaikan pada hari Selasa, 19 Safar 1320 H. Kandungannya membicarakan pelbagai sanad keilmuan Muhammad Mahfuz bin Abdullah at-Tarmasi/at-Tirmisi. Dicetak oleh Mathba’ah al-Masyhad al-Husaini, No. 18 Syari’ al-Masyhad al-Husaini, Mesir (tanpa tahun). Kitab ini ditashhih dan ditahqiq oleh Syeikh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani al-Makki, al-Mudarris Daril `Ulumid Diniyah, Mekah.

4. Manhaj Zawin Nazhar fi Syarhi Manzhumati `Ilmil Atsar, diselesaikan pada tahun 1329 H/1911 M. Kandungannya membicarakan Ilmu Mushthalah Hadits merupakan Syarh Manzhumah `Ilmil Atsar karangan Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Kitab ini merupakan bukti bahwa ulama nusantara mampu menulis ilmu hadis yang demikian tinggi nilainya. Kitab ini menjadi rujukan para ulama di belahan dunia terutama ulama-ulama hadis. Dicetak oleh Mathba’ah Mushthafa al-Baby al-Halaby wa Auladuhu, Mesir, 1352 H/1934 M. Cetakan dibiayai oleh Syeikh Salim bin Sa’ad bin Nabhan wa Akhihi Ahmad, pemilik Al-Maktabah An-Nabhaniyah Al-Kubra, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

5. Dua kitabnya di bidang ushul adalah ”Nailul Ma’mul”, syarah atas karya Zakariyya Anshari ”Lubb Al-Ushul” dan syarahnya ”Ghayat al-wushul”,

6. dan ”Is’af al Muthali”, syarah atas berbagai versi karya Subki ”Jam’ al-Jawami’.

7. Sebuah kitab lainnya mengenai fiqh yaitu ”Takmilat al-Minhaj al-Qawim”, berupa catatan tambahan atas karya Ibn Hajar al-Haitami “Al-Minhaj al-Qawim”.

8. Al-Khil’atul Fikriyah fi Syarhil Minhatil Khairiyah, belum diketahui tarikh penulisan. Kandungannya juga membicarakan hadits merupakan Syarh Hadits Arba’in.

9. Al- Badrul Munir fi Qira-ati Ibni Katsir.

10. Tanwirus Shadr fi Qira-ati Ibni Amr

11. Insyirahul Fawaid fi Qira-ati Hamzah

12. Ta’mimul Manafi’ fi Qira-ati Nafi’.

13. Al-Fuad fi Qiraat al Imam Hamzah

14. Tamim al Manafi fi Qiraat al-Imam Nafi’

15. Aniyah ath Thalabah bi Syarah Nadzam ath Tayyibah fi Qiraat al Asy’ariyah

16. As-Saqayah al-Mardhiyyah fi Asma’i Kutub Ashhabina al- Syafiiyah, kajian atas karya-karya fiqih mazhab Syafi’i dan riwayat para pengarangnya.

17. Al-Fawaidut Tarmasiyah fi Asamil Qira-ati `Asyariyah, Syeikh Yasin Padang menyebut bahawa kitab ini pernah diterbitkan oleh Mathba’ah al-Majidiyah, Mekah, tahun 1330 H.

18. Is’aful Mathali’ Syarhul Badril Lami’

19. Al-Minhah al-Khairiyya

20. Tsulasiyat al-Bukhori


Sumber: Dari Berbagai Sumber

 

Info lengkap tentang biografi ulama, silakan buka di http://wiki.laduni.id/Main_Page