Konsultasi Psikologi: Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Cendrung Tertutup dan Menarik Diri?

Konsultasi Psikologi: Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Cendrung Tertutup dan Menarik Diri?

Assalamu'alaikum wr wb

Saya Ibu A, di Jakarta. Saat ini saya bekerja sebagai pengurus panti asuhan. Saya mau menanyakan tentang anak asuh saya. Anak ini laki-laki, usianya 15 tahun, namanya AG.AG termasuk anak yang susah bangun pagi dan memiliki waktu tidur lebih lama. Dia termasuk anak pendiam, tapi ketika telah nyaman, AG bisa juga bercakap-cakap.

Ketika pulang sekolah, AG selalu pulang malam. Hal itu dikarenakan dia suka nongkrong bersama teman-teman pantinya. AG merasa kecewa karena perceraian orang tuanya. Hal itu membuatnya bimbang antara harus memilih ayah atau ibunya. AG juga marah dengan ayahnya karena ayahnya tidak mencarinya hingga saat ini.

Kemarahan AG kepada orang tuanya sudah sejak lama. Di saat masih bersama, dia sering melihat ayah dan ibunya bertengkar. AG juga marah sama ibunya karena ibunya sering pergi meninggalkan keluarga untuk mencari uang. Sampai sekarang AG masih marah dan kecewa kepada ayah dan ibunya.

AG melampiaskan kekecewaannya dengan tidur dan setiap mendapatkan masalah, dia hanya memendam dan tidur dalam waktu lama. Itu mungkin yang membuatnya tertutup ketika ditanya tentang keluarganya. Apa yang mesti saya lakukan untuk menghadapi AG ya Pak? Terima kasih atas jawabannya..

Wassalamu’alaikum wr wb

Ibu A

Jawaban:

Assalamu’alaikum wr wb

Ibu A yang baik... Menjadi pengasuh panti asuhan tentunya bukan hal yang mudah. Karena ibu berhadapan dengan banyak anak di mana anak-anak itu mesti diperlakukan seperti anak sendiri.  Tentang AG, kita bisa lihat kalau ananda masih remaja, sehingga perlu kita pahami sebagaimana perkembangan mereka. Ananda selayaknya remaja, juga membutuhkan teman sebaya untuk ajang bersosialisasi. Namun demikian perlu diawasi tentang aktivitas apa yang mereka lakukan. Jangan sampai pihak panti kecolongan dengan masuknya narkoba atau hal negatif lainnya. Kembali ke masalah AG, tampaknya ananda memiliki masalah yang belum selesai di masa lalunya.

Ibu mungkin perlu mengurai masalahnya sejak masa lalu. Berdasarkan cerita Ibu, masalah yang paling utamanya adalah kekecewaan atau bahkan kemarahannya kepada orang tuanya.  Pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan pemahaman bahwa apa yang dikesali saat ini semuanya sudah terjadi, maka perlu bagi AG untuk menyadarinya sehingga nanti pelan-pelan dia bisa menerima keadaannya saat ini.  Bahwa dia sekarang ada di panti, orang tuanya bercerai itu mesti diterima AG sepenuhnya. 

Setelah itu, ajarkan kepada ananda bahwa kekecewaan dan kemarahan nya kepada ayah dan ibunya tidaklah akan menyelesaikan masalah, bahkan hal itu akan membuat AG menjadi terus menerus tidak nyaman. Oleh karena itu, perlu diajarkan bagaimana caranya memaafkan masa lalu terutama memaafkan ayah dan ibunya. Ajarkan keoadanya agar memaafkan orang tuanya setiap hari, sambil diberikan pengertian tentang betapa penting posisi orang tua bagi seorang anak.

Diharapkan lama-lama akan tumbuh kesadaran dalam dirinya tentang hal itu. Bersamaan dengan hal itu, AG perlu diarahkan untuk menekuni minatnya. Coba untuk mencari tahu tentang apa yang disukainya. Hal itu bisa membuat AG untuk tidak tidur terus. Hal itu dilakukan bersamaan dengan proses memafkan tadi. Dalam hal ini, perlu sering-sering diajak ngobrol dari hati ke hati biar emosinya yabg terpendam bisa sedikit demi sedikit dikeluarkan.

Mungkin sementara itu dulu yang bisa saya sampaikan Bu... Kalau masih ada yang ingin disampaikan bisa hubungi kami kembali... Terima kasih banyak atas kesediaannya berbagi..

Wassalamu’alaikum wr wb

Salam hormat

Dr.Muhammad Fakhrurrozi, M.Psi