Konsultasi Psikologi: Bagaimana Mengatasi Anak Ngambek ke Sekolah?

Konsultasi Psikologi: Bagaimana Mengatasi Anak Ngambek ke Sekolah?

Assalamu'alaikum wr wb

Saya, ibu dari dua anak. Anak saya yang pertama perempan, sekarang sekolah TK. Adeknya laki-laki, sekitar 1 tahun umurnya. Dua hari ini anak saya ga mau sekolah. Katanya capek, ngantuk. Anak saya juga kayak menghindar dari ekskul drumband. Sekedar informasi, anak saya masuk tim inti drumband sekolahnya dan mau lomba. Sebelum liburan ini, dia biasa saja ke sekolah. Kira-kira apa yang harus saya lakukan ya? Dan anak saya kenapa?

Wassalamu’alaikum wr wb

Ibu F di Jaksel

Jawaban :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih Ibu sudah berbagi kisah dengan kami. Usia kanak-kanak seperti itu memang wajar kok kalau masih banyak berubah di segala aktivitas termasuk sekolah. Pertama yang perlu dilakukan adalah jangan terlalu khawatir dengan kondisi ananda. Karena jika ibu khawatir, energi negatif dari ibu bisa mempengaruhi kondisi psikologis ananda. Jadi tetaplah tenang dan sambil mencari jalan keluarnya.  Tapi ada yang menarik dari cerita ibu, bahwa ananda ikut drumband, mau ikut lomba tapi justru menghindari kegiatan drumband.

Baca juga: Bagaimana menjadi seorang perfeksionis yang positif?

Hal ini menunjukkan bahwa ananda merasa tidak nyaman dalam batinnya. Namun, karena masih kanak-kanak, ketidaknyamanan yang dialaminya akhirnya dimanifestasikan dalam bentuk tidak mau sekolah. Dengan kata lain ananda mencoba menghindari objek cemasnya. Objek cemasnya berada di sekolah yaitu drumband sehingga ananda menghindari sekolah dengan cara mogok sekolah tadi. Jawaban yang diberikan ananda bukanlah alasan yang sebenarnya. Ada satu kombinasi perasaan yang terjadi dan bercampur aduk dalam batinnya.

Ada rasa takut ke guru atau orang tua jika dia ga mau latihan drumband, perasaan takut ga jadi juara pas lomba drumband atau khawatir orang tua dan gurunya marah, dsb. Semuanya bercampur, hingga ananda memilih untuk tidak mau sekolah. Karena ketika dia di rumah, akan merasa aman dan terlindungi. Saran saya, coba pastikan lagi ke ananda tentang perasaannya saat ikut drumband.

Baca juga: Bagaimana menghadapi anak yang suka marah dan berhalusinasi

Pastikan ananda merasa aman dan ananda merasa tidak akan dimarahi dengan jawabannya. Selanjutnya coba sampaikan ke guru tentang situasi ini. Walaupun ananda adalah tim inti drumband, namun kalau hal itu justru membuatnya tidak nyaman dan tersiksa, untuk apa? Kasihan ananda kalau tetap dipaksa, kita justru mengorbankan psikologisnya.... Lebih baik kita fokus pada kesejahteraan psikologis ananda walaupun ada yang harus dikorbankan. Mungkin sementara itu yang bisa saya sampaikan Bu.. Semoga ananda cepat mau sekolah kembali..

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam hormat

Dr. Muhammad Fakhrurrozi, M.Psi