UE Mengecam AS karena Mendikte Hubungan Perdangannya dengan Iran

UE Mengecam AS karena Mendikte Hubungan Perdangannya dengan Iran

LADUNI.ID, Jakarta – Kecaman keras datang dari Komisioner Tinggi Uni Eropa untuk kebijakan luar negeri, Federica Mogherini, karena AS telah mendikte “hubungan perdagangan yang sah” antara UE dan Iran.

“Kami penduduk Eropa tidak bisa menerima kekuatan asing–bahkan dari sekutu dan teman terdekat kami–untuk membuat keputusan atas perdagangan sah kami dengan negara lain,” tegas Mogherini dalam sebuah wawancara dengan European Council on Foreign Relations  yang dirilis, pada Jumat (11/1).

UE saat ini, kata Mogherini, tengah bekerjasama dengan seluruh komunitas internasional untuk tetap menghidupkan perjanjian nuklir Iran, JCPOA, meski AS telah keluar secara sepihak dari perjanjian tersebut.

Dia menjelaskan bahwa kesepakatan nuklir Iran “sejauh ini telah dilaksanakan secara penuh, sebagaimana disertifikasi oleh Badan Energi Atom Internasional dalam 13 laporan berturut-turut”.

Pada bulan Mei tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir Iran dan memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kembali terhadap Republik Islam itu.

Oleh karena itu, Mogherini pun menolak tudingan bahwa segala upaya Eropa untuk mempertahankan JCPOA hanya termotivasi oleh ekonomi atau perdagangan. Ia mengaku, upaya tersebut dibuat berdasarkan “keamanan kolektif kami.”

“Bukan itu masalahnya. Kami melakukan ini untuk mencegah perjanjian non-proliferasi nuklir dirusak, dan untuk mencegah krisis keamanan besar di Timur Tengah,” terangnya.

Sebab itu, Mogherini menekankan bahwa UE harus menjamin perusahaan yang ingin berbisnis dengan Iran agar diizinkan untuk melakukan itu.