Awas, Ini Bahaya Share Boarding Pass di Medsos

Awas, Ini Bahaya Share Boarding Pass di Medsos

Laduni.id, Jakarta – Masyarakat Indonesia umumnya sangat lumrah untuk membagikan hal-hal dalam kehidupannya terlebih saat akan berlibur atau di tempat bersejarah. Saat berpergian menggunakan pesawat, masih banyak ditemui masyarakat yang gemar memposting boarding pass nya di media sosial

Perusahaan keamanan siber, Kaspersky Labs, melaporkan beberapa kemungkinan yang dilakukan hacker saat mengetahui informasi yang terdapat dalam boarding pass seseorang.

“Membagikan boarding pass ke media sosial sangat umum ditemukan di Indonesia, padahal itu cukup berbahaya, “ kata Territory Channel Manager Kaspersky Lab APAC Dony Koesmandarin.

Enam hal yang dapat dilakukan oleh para penjahat siber dengan infromasi yang tertulis di boarding pass adalah sebagai berikut :

1. Berdasarkan nomor penerbangan, akan terlihat waktu Anda pergi dan kembali. Maka para pelaku kejahatan akan mengetahui kapan rumah Anda tidak berpenghuni dan melancarkan aksinya seperti pencurian mobil dan barang berharga lainnya.

2. Pengaturan tempat duduk Anda pun dapat dikontrol. Ya, hanya dengan data yang tertera pada boarding pass, orang asing yang mengganggu bisa mengacak nomor kursi dan membuat kenyamanan Anda terusik.

3. Bayangkan setibanya mendarat di tujuan pulang, tiba-tiba nama Anda tidak termasuk dalam daftar penumpang. Ternyata seseorang tidak bertanggung jawab telah menelepon maskapai atas nama Anda, mengkonfirmasi semua data pribadi dan meminta untuk pembatalan tiket.

4. Mirip halnya dengan mengubah kursi, hanya dengan menggunakan data pada boarding pass Anda, mereka dapat mengubah tanggal penerbangan yang sudah dipesan sebelumnya.

5. Dengan semua data Passenger Name Record (PNR) atau kode reservasi, nomor ini dapat digunakan untuk trik rekayasa sosial dan akses menuju profil Anda. Setelah pelaku kejahatan mendapat akses ke profil, ia mungkin menghabiskan semua bonus yang Anda miliki.

6. Jika PNR termasuk nomor ponsel, itu adalah kesempatan bagi para scammer menduplikasi kartu SIM, bahkan memberikan pelakunya kesempatan untuk pembayaran online.