Pelajaran Safar dari Nabi Musa

Pelajaran Safar dari Nabi Musa

LADUNI.ID - Letih berjalan mencari jejak Khidir a.s., Nabi Musa berujar kepada pengawalnya, "Keluarkan makan siang KITA, perjalanan ini telah membuat KITA capek" (Al-Kahfi:62).

Nabi Musa menggunakan kata KITA saat berbicara dengan pengawalnya. Ini bahasa pelibatan dan kesetaraan yang menunjukkan betapa egaliternya beliau yang seorang nabi kepada pengawal beliau.

Dengan kata-kata tersebut beliau menyampaikan bahwa letih yang beliau rasakan juga dirasakan oleh pengawalnya, begitu juga lapar dan haus yang beliau rasakan. Sehingga ketika beliau ingin istirahat untuk makan dan minum beliau yakin bahwa hal yang sama juga diinginkan oleh pengawal beliau.

Ini pelajaran dan pesan kepada kita semua untuk memperhatikan hak orang yang kita ajak bepergian. Sebagaimana mereka bersama kita saat berjalan, mereka juga harus bersama kita, atau di kelas yang sama dengan kita, saat istirahat, makan, dan minum.

Ini juga bisa menjadi sindiran dan kritik buat kita yang terkadang "jaim" dengan orang yang kita ajak, baik itu driver, pembantu, maupun yang hanya sekedar menemani. Saat jalan, kita ciptakan suasana kaku tanpa obrolan. Saat makan, kita biarkan mereka makan menu yang berbeda di meja yang berbeda. Atau kadang kita kondisikan mereka makan sambil jaga kendaraan.

Oleh : Nasaruddin Idris Jauhar

Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya