Kecerdasan Ilahiah Kyai Nahdlatul Ulama Sudah tidak Perlu Diragukan

Kecerdasan Ilahiah Kyai Nahdlatul Ulama Sudah tidak Perlu Diragukan

LADUNI.ID, Jakarta - Kewaskitaan (kecerdasan ilahiah) kyai Nahdlatul Ulama sudah tidak perlu diragukan. Dalam konteks pembangunan peradaban dunia, kyai NU telah 35 tahun yang lalu menyatakan dan dengan sungguh-sungguh menjalankannya, tentang pernyataan:

1. Terdapat persaudaraan yang jauh lebih tinggi, yaitu persaudaraan sesama anak manusia (ukhuwah basyariyah).
Bashariyah, menurut penjelasan khas tasawuf modern oleh kyai Agus Mustofa, dijelaskan sebagai perkembangan akhir manusia modern yang memiliki kecerdasan dan akal budi.

2. Tuhan sudah Maha Tinggi, maka tidak perlu dibela.
Pernyataan ini menanggapi dengan lantang para pihak yang mengaku seolah paling benar dan memegang bendera kebenaran dengan pernyataan seolah wakil Tuhan di muka bumi, memberangus (secara kasar membunuh), dan menghilangkan manusia lainnya yang berbeda pendapat dengannya.

Dua pernyataan inilah yang merupakan kesepakatan final antara Paus dan Imam Al Azhar beberapa hari yang lalu, keduanya perwakilan puncak dua agama besar di dunia.

Benar kata sesepuh, seandainya kedua tokoh puncak agama besar itu memahami dan menjalankan dua pernyataan di atas 35 tahun yang lalu, sebagaimana sikap Nahdlatul Ulama, maka kemungkinan tidak ada Invasi Amerika ke Irak, penghancuran Teluk, Arab Spring, dan sebagainya yang telah memakan banyak korban nyawa.

Satu hal yang ditunggu adalah bagaimana kedua tokoh tersebut mengimplementasikan kedua pernyataan di atas? Tanpa bermaksud membanggakan, adakah, mohon maaf, mereka akan membenchmark ke kyai Nahdlatul Ulama?

Wallahu’alam bishowwab.

Foto 1. Syaikh Al Azhar berjumpa dengan Paus  Fransiskus di UEA dalam pernyataan di atas

Foto 2. Katib Aam PBNU berjumpa dengan Wakil Presiden Amerika Serikat dalam kampanye “Islam Rahmah”

Tulisan: Cak Usma

 

Tags