Karamah Pangersa Abah Anom, Mengusir Jin Penghuni Pohon Tua Besar

Karamah Pangersa Abah Anom, Mengusir Jin Penghuni Pohon Tua Besar

LADUNI.ID, Jakarta - Bagi penggemar kisah epos Mahabharata tentu mengetahui kisah para Pandawa ketika melakukan Babat Alas Wanamarta. Ketika Pandawa membuka hutan untuk mendirikan Ibu Kota Kerajaan Indraprastha. Demikian juga perjuangan Pak Guru Dato’ Haji Zuki As-Syuja’ ra ketika melakukan babat alas untuk membangun Inabah 1 Jabal Shuf di Kedah, Malaysia.

Pak Guru menebang puluhan pohon yang ada di kawasan perbukitan Kedah. Agar menjadi suatu area luas untuk mendirikan bangunan-bangunan Inabah. Siang malam Pak Guru bekerja tidak mengenal lelah selama beberapa pekan. Semua upaya babat alas berjalan lancar tidak ada masalah. Kecuali pada sebuah pohon tua besar yang tumbuh di kawasan perbukitan Puncak Jabal Shuf.

Pohon tua besar itu kemudian juga ditebang oleh Pak Guru. Tapi esok paginya pohon itu telah berdiri kembali. Subhaanallaah! Pak Guru terkejut, tapi kembali pohon itu ditebang oleh beliau. Esok paginya pohon itu ternyata telah berdiri kembali. Maka untuk yang ketiga kalinya pohon itu kembali ditebang. Bahkan dicacak dipotong-potong kecil oleh Pak Guru. Tapi setali tiga uang, pohon itu masih berdiri lagi pada keesokan paginya.

Mengalami hal ini Pak Guru merasa harus meminta bantuan langsung kepada Pangersa Abah. Maka Pak Guru berangkat ke Ponpes Suryalaya melaporkan hal ini kepada Pangersa Abah. Kemudian Pangersa Abah memberikan sebotol air dan tiga buah paku kepada Pak Guru. Pangersa Abah berpesan; Pak Guru harus menyiramkan air dan memantek tiga buah paku tersebut pada pohon itu. Dengan catatan harus dilakukan oleh Pak Guru sendirian tanpa ditemani siapa pun pada waktu tengah malam.

Maka setelah kembali ke Jabal Shuf, Pak Guru segera melaksanakan petunjuk Pangersa Abah. Sebelum itu Pak Guru melaksanakan shalat sunnah hajat. Lalu sekitar jam 1 malam Pak Guru naik ke Puncak Jabal Shuf seorang diri.

Pak Guru langsung menyiramkan air dan memantek tiga buah paku pemberian Pangersa Abah pada pohon itu. Tiba-tiba terdengar suara keras bergemuruh. Lalu keluarlah enam ekor Gajah besar berwarna kuning dari pohon itu. Enam ekor Gajah itu terus berlari menghilang meninggalkan Jabal Shuf. Seketika pohon itu langsung rubuh kembali dan hancur menjadi potongan-potongan kecil. Maasyaa Allaah.. Wallaahu a’lam.