Santri Milenial, Menaker: Tantangan Santri Semakin Kompleks

Santri Milenial, Menaker: Tantangan Santri Semakin Kompleks

LADUNI, ID. JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dakhiri mengunjungi Pondok Pesantren Qotrunnada, Cipayung. Dihadapan ribuan santri dirinya mengungkapkan, tantangan santri di masa mendatang semakin kompleks.

"Perubahan hari ini begitu cepat dan dinamis. Santri harus meresponnya,"ujarnya saat menjadi motivator dalam  program Motivasi Santri dengan menghadirkan tokoh Santri. PP Qotrunnada, Cipayung. Minggu (10/2) malam.

Menurutnya, ke depan santri tidak hanya menguasai ilmu agama saja. Namun, lanjutnya, para santri harus mampu menjawab tantangan masa depan. Diantaranya dengan revolusi industri dan bonus demografi yang dimiliki Indonesia tahun 2035.

"Pemuda dituntut memiliki kemampuan dan karakter. Bila kita tidak mempersiapkan dan mampu menjawabnya maka akan kalah dalam persaingan,"terang Menteri yang pernah menjadi Santri di PP. Al-Muayyad ini.

Sementara itu, Pengasuh PP. Qotrunnada KH. Burhanuddin Marzuki menyambut baik kehadiran Menaker RI. Menurutnya, dengan kehadirannya menjadi  motivasi bagi para santrinya.

"Tidak ada halangan bagi santri untuk berkiprah dan berprestasi di persaingan global. Apalagi, kalau santri menjadi Menteri maka akan lebih perhatian pada dunia Pesantren,"paparnya.

Seusai memberikan materi, Menteri Hanif berbincang santai dengan KH. Burhanuddin Marzuki. Dalam kesempatan tersebut tampak hadir Panglima Santri Kota Depok Ust. Humaidi Mufa, Ketua Samawi Kota Depok Ust. Hendra dan Ust. Zamroni. (hud)

 

 
 

Tags