Amerika Curigai Infrastruktur Jaringan 5G Asal China

Amerika Curigai Infrastruktur Jaringan 5G Asal China

Laduni.id, Jakarta – Setelah teknologi 4G LTE (long term evolution) dinilai belum cukup memenuhi kebutuhan teknologi jaringan, berbagai negara saat ini berlomba untuk membangun dan meluncurkan teknolgi internet nirkabel 5G yang dinilai mampu meningkatkan kecepatan transmisi data dan komunikasi.

Seperti dikutip Politico, Amerika Serikat mulai fokus pada keamanan terkait infrastruktur telekomunikasi yang beredar dalam pengembangan internet 5G.

Senator AS, Maria Cantwell, merasa rentan peretasan jika infrastruktur jaringan 5G itu mengandalkan perangkat keras pabrikan negara lain.

“Kita harus memastikan bahwa jaringan komunikasi 5G yang dibangun aman, kami tidak bisa mentolerir kebocoran inforamasi sensifi negara lewat jaringan yang tidak aman,” kata Cantwell.

Ia tidak menyebut Huawei secara langsung, tetapi perusahaan China telah berulang kali diserang anggota parlemen sebagai sebagai momok yang menakutkan. Mereka berpendapat bahwa pemerintah China dapat menggunakan raksasa telekomunikasinya untuk menyusup ke infrastruktur sensitif di AS.

Dilansir dari The Verge pada Selasa (12/2/2019), China dan Huawei berulang kali menyangkal tuduhan spionase dan keamanan nasional dari pemerintah AS dan menuduh AS sebenarnya khawatir karena perusahaan China lebih maju dalam pengembangan jaringan 5G.

Sebelumnya, AS memblokir perangkat China untuk jaringan pemerintah dengan alasan keamanan nasional dan menuduh hardware dari Huawei dan ZTE dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah China ke jaringan AS. Sejak 2012, produsen peralatan jaringan terbesar di dunia, Huawei, telah dilarang menjual perangkatnya di AS.

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis, salah satu ketua perusahaan, Ken Hu, mengemukakan pendapat yang sama. Ditanya tentang langkah-langkah keamanan yang telah diambil perusahaan di negara-negara selain AS, Ia mengatakan "kami sangat bersedia untuk mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengatasi dan mengurangi kekhawatiran," dan telah "telah memiliki banyak kasus sukses" kerjasama dengan negara lain.

Huawei telah menunjuk sistem keamanan yang berlaku di negara-negara termasuk Kanada, di mana fasilitas pengujian untuk perangkat keras dan lunak Huawei tersedia untuk mencari kelemahan potensial.

"Kami memiliki hubungan yang sangat maju dengan penyedia telekomunikasi kami, sesuatu yang berbeda dari kebanyakan negara lain," kata Scott Jones, pejabat keamanan siber terkemuka di negara itu, pada September 2018.

Huawei sudah menggunakan laboratorium keamanan untuk menguji produk mereka di Jerman dan Inggris, juga telah membuat tawaran serupa ke Polandia. Sementara itu, perusahaan telah mendorong pengaturan serupa di AS.