Inovasi Aplikasi Seperti Radio, Mahasiswa Ini Raih Nominasi Indonesia Next 2018

Inovasi Aplikasi Seperti Radio, Mahasiswa Ini Raih Nominasi Indonesia Next 2018

LADUNI.ID, PONTIANAK - Mahasiswi semester dua jurusan Teknik Informatika Universitas Tanjungpura berhasil meraih peringkat ketiga dalam ajang Indonesia Next 2018. Namanya Vivi Yunika. Kebiasaan mendengar lagu dan bernyanyi membuatnya berinovasi.

“Saya orangnya lebih suka mendengar, saya merasa jika konten bahasa Inggris, itu kontennya sudah banyak,” ceritanya, Jumat (15/2).

Vivi berpikir bagaimana agar punya konten yang bisa didengar dan dimengerti semua orang Indonesia. Karena tidak semua masyarakat Indonesia, mengerti bahasa Inggris. Terciptalah sebuah aplikasi, ‘Podium’ yang bisa menyalurkan hobinya dalam mendengar dan bernyanyi. 

Aplikasi ini mirip radio anak muda masa kini yang akrab dengan Android. Bedanya, dengan radio konvensional, jika radio memiliki acara terjadwal, maka aplikasi ini tidak. Pengguna bisa mendengar via aplikasi kapan saja.

Rencananya, dia akan menggandeng orang yang berkompeten untuk mengembangkan inovasi ini. Pengguna juga akan diupayakan bisa mengunggah konten mereka miliki. Isinya, beragam, tergantung tema dan keinginan bagi pengguna. Pembuat konten dan pendengarnya pun bisa saling diskusi lewat pesan singkat. 

Posisi ketiga Indonesia Next 2018 diraih setelah melalui serangkaian tes. Saat tes regional, dia diminta membuat startup. Baru setelah lulus, dipresentasikan pada tahap nasional. Setidaknya ada sekitar 17.000 peserta yang ikut se Indonesia. Di pentas regional Kalbar saja, jumlahnya 1.200. Sebagai salah satu hadiah, Vivi akan berangkat ke Jepang.

“Saya ingin masyarakat Indonesia dalam menggunakan waktu tidak hanya bermain game dan mendengarkan video,” tutupnya.

Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Novi Safriadi mengatakan, jurusan Informatika Untan sebetulnya sangat terlibat dalam pelaksanaan Indonesia Next di Pontianak. Perusahaan telekomunikasi pembuat ajang ini berkoordinasi langsung ke Untan sebagai tuan rumah.

Wajar jika mayoritas peserta berasal dari tuan rumah. Semua mahasiswa Teknologi Informasi Untan diwajibkan mendaftar. Dari 1.200 peserta, diseleksi sampai 30 besar. Jumlah ini lantas disaring kembali oleh perusahaan tersebut jadi lima besar untuk dikirim ke kompetisi nasional.

“Seluruh unsur pimpinan menyambut baik dan merasa bangga akan prestasi mahasiswa Untan ini,” ucapnya.

Vivi mewakili Kalbar bersama Cinty mahasiswi Jurusan Informatika Fakultas Teknik Untan, Brenda Septiana mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan, Stella Pramudya mahasiswi Fakultas IKIP Untan, dan Sherly Meliani mahasiswi Politeknik Tonggak Equator Pontianak. 

Bersama finalis 32 besar lainnya, mereka berkesempatan mengikuti short course di Singapura.