Ulama Aceh Menentukan Pilihannya Jokowi-Ma’ruf, Santri dan Masyarakat Ikut Siapa?

Ulama Aceh Menentukan Pilihannya Jokowi-Ma’ruf, Santri dan Masyarakat Ikut Siapa?

 

LADUNI.ID, KOLOM- DUNIA politik itu penuh dengan teka teki dan banyak fenomena tak terduga . Kini negara kita sedang berada di tahun politik. Salah satu pembahasan yang sangat menghangat, dukungan dan pilihan ulama terhadap calon raja di negeri ini.

Salah seorang ulama berpengaruh di Aceh yang juga merupakan Mudir Ma’had Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng, Tgk H Anwar bin Usman telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 mendatang.

Setiap ulama punya alasan tersendiri dan tentunya setelah istikharah dan berbagi pertimbangan memutuskan suatu perkara termasuk memilih presiden negeri ini.  Hal ini juga sebagaimana diungkapkan  putra Ulama Kharismatik Aceh, Tgk H Usman Kuta Krueng (Abu Kuta Krueng), memilih presiden nomor urut satu bukan tanpa alasan.

Setidaknya, kata Tgk Anwar, ada tiga alasan yang membuat Ulama Aceh mendukung Jokowi dua periode. Abiya mengatakan sebagaimana dikutip salah satu media menyebutkan dirinya atas nama mewakili beberapa tokoh ulama mendukung Jokowi-Ma’ruf ada beberapa hal, yang pertama mengingat selama ini di masa kepemimpinan Bapak Jokowi banyak perhatian kepada dunia pesantren.

Pernyataan itu diungkapkannya kepada wartawan saat menghadiri silaturahmi di Gedung Serbaguna Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (17/2/2019).

Abiya menjelaskan, selama Jokowi memimpin banyak sekali ma’had ali yang dilahirkan, yang dikeluarkan legalitas atau pengakuan negara terhadap pendidikan pesantren di tingkat perguruan.

Alasan kedua yaitu lahirnya hari santri. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan suatu penghargaan negara terhadap dunia pesantren. Kita ketahui bersama bahwa Pesantren sudah berabad-abad menjadi lembaga pendidikan, namun masa bapak presJokowi legalitas sebuah pengakuan negara lahir seperti diharapkan selama ini.

Alasan terakhir  lahirnya Rancangan Undang-undang Pesantren. Wacana lahirnya UU tersebut menjadi harapan seluruh santri di seluruh Indonesia. Dengan lahirnya UU itu, maka pesantren sudah sama haknya dengan pendidikan nasional lainnya.

Dunia pesantren harus bersyukur kepada Allah, berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberi penghargaan besar ini.

Lantas sosok ulama sekaliber Abiya Kuta Krueng sajakah yang secara terangan memberi dukungan secara terbuka dan resmi kepada calon presiden nomor urut satu? Tentunya tidak gaes.

Ulama kharismatik yang levelnya diatas Abiya Kuta Krueng juga memberikan dukungannya. Siapa beliau? Almukarram Tgk. H. Nuruzzahri atau akrab disapa Waled Nu pimpinan dayah Ummul Ayman Samalanga. Sosok ulama yang dikenal aktif berdakwah dan tampil memberikan kajian ilmiah dengan penyampaian yang menyejukkan dan mengisi pengajian berbagai tempat termasuk pengajian di kampus ternama Darussalam.

Waled NU diberbagai tempat telah menyebutkan memberikan dukungan untuk calon presiden nomor urut satu. Ulama kharismatik ini juga punya alasan tersendiri untuk mendukung presiden Jokowi terpilih satu periode lagi.

 

Hal ini sebagaimana  diungkapkan Waled Nu ketika berkunjung ke Kantor Sekber Jokowi-Ma’ruf Amin Propinsi Aceh. Dalam kesempatan itu Waled mengatakan tidak ada alasan baginya untuk tidak mendukung pasangan nomor urut

Dalam kesempatan itu, Waled Nu menghimbau kepada tim Sekber untuk terus bergerak mensosialisasikan tentang keberhasilan Presiden Jokowi dalam rangka membangun Indonesia. Termasuk banyak membantu Aceh yang telah lama tertinggal dari daerah lain di Nusantara.

Waled menambahkan Jokowi sudah jelas bekerja, bukan hanya mengumbar janji, bagi kami, tidak ada alasan untuk tidak memenangkan Capres 01 di Aceh.

Melihat fenomena mendekati hari pencoblosan semakin jelas dukungan ulama kharismatik Aceh kepada presiden Jokowi, namun bukan berarti tidak ada ulama yang memilih calon presiden nomor urut dua, itu merupakan kebebasan dalam memilih sesuai dengan hati nuraninya, jangan jadikan perbedaan memilih pada pemilu tahun ini terlebih memilih presiden jembatan melahirkan permusuhan namun jadikan indahnya ukhuwah dalam perbedaan.

Namun ketika ulama yang telah menjadi ikutan kita dalam mendekatkan diri kepada Allah terlebih sosok ulama kharismatik, sosok yang menerpa jalan menuju surga bahkan orang tua kita juga bersanad ilmunya kepadanya. Meskipun tidak diwajibkan untuk memilih seperti dukungannya, apakah kita tidak menyisakan satu ruang untuk membuat hatinya bahagia dan tersenyum dalam bingkai takdhim mengikuti isi hatinya dengan satu coblosan di nomor urut satu?

Masihkah kita melangkahi tidak ikut sesuai dengan harapan dan pilihannya?Bahkan kita sebagai murid dan anak rohaninya juga ikutan dalam agama ikut “memurkai” dan membelakangi serta menomorkan duakan pilihannya? Pastinya jawabannya paling tepat dan membahagiakannya menomorsatukan coblosan di TPS tepat tanggal 17 April 2019 ini.

***Aziz Azwardi, Pemerhati Masalah Keagamaan dan Sosial Masyarakat tinggal di Kuta Raja.