Bahas Isu-isu Menarik, PBNU Gelar Munas - Konbes NU jilid II

Bahas Isu-isu Menarik, PBNU Gelar Munas - Konbes NU jilid II

LADUNI, ID. JAKARTA - PBNU siap menggelar Musyawarah Nasional Alim Ulama Dan Konferensi Besar NU kedua (MUNAS KONBES NU) yang bertajuk “Memperkuat Ukhuwah Wathoniyah Untuk Kedaulatan Rakyat,” yang akan diselenggarakan di pondok pesantren Miftahul Huda – Al Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat. 

Acara yang berlangsung sejak tanggal 27 Februari sampai dengan 1 Maret mendatang rencananya akan dibuka langsung oleh presiden RI, Joko Widodo.

“Insya Allah akan diselenggarakan pada tanggal 27 Februari dibuka oleh presiden RI Joko Widodo dan akan ditutup pada 1 Maret 2019 oleh wakil presiden RI,pak Jusuf Kalla," ujar Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Sirajd dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (21/2)

Terkait materi yang akan dibahas pada munas dan konbes kali ini, Kiai Said Aqil menjelaskan ada tiga garis besar yang menjadi tema pembahsan. 

“Yang pertama adalah Bahtsul Masail Waqiiyyah yaitu membahas masalah-masalah aktual yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Yang kedua Bahtsul Masail Al-Mauddluiyyah yang bersifat tematik. Yang ketiga Bahtsul Masail Qanuniyah yang membahas masalah-masalah yang bersifat perundang-undangan," papar Kiai Said

Lebih lanjut, Kiai Said menjelaskan inti pembahasan pada Bahtsul Masail Waqiiyyah dengan memberikan gambaran pembahasan mengenai hukum membuang sampah plastik sembarangan dalam konteks fiqh sebagai contohnya.

“Ini merupakan ancaman di era sekarang adalah pencemaran lingkungan disebabkan banyaknya sampah plastik yang merusak lingkungan. Nah ini gambaran saja," ungkapnya

Di hadapan para wartawan yang hadir, Kiai Said menyatakan dengan tegas bahwa Munas dan Konbes ini tidak berkaitan sedikitpun dengan pilpres, karena dilaksanakan berdasarkan amanat dan undang-undang AD-ART NU.

“Tidak ada kepentingan politik apa-apa ini betul-betul sesuai amanat Muktamar Makassar bahwa Munas itu dilaksanakan dua kali dalam lima tahun,"  tandasnya

Di akhir pertemuan, Kiai Said menegaskan bahwa relasi NU dengan negara sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, karena sejak awal kelahirannya sampai saat ini, NU selalu berkomitmen dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Adapun tentang persatuan kesatuan negara Indonesia NU sejak dulu, sekarang dan seterusnya sangat-sangat berkepentingan, bertanggung jawab, dan terpanggil untuk menjaga keutuhan, keselamatan dan kesatuan Indonesia ini," pungkasnya

Sementara Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini mengatakan, munas dan kombes akan diikuti oleh seluruh pengurus wilayah NU se Indonesia dan juga turut mengundang beberapa ulama-ulama yang berasal dari mancanegara. 

“Di dalam forum ini juga nanti akan ada beberapa ulama-ulama dunia yang akan turut hadir, antara lain dari Mesir, Syiria, dan dari Yaman yang akan ikut turut dan kita undang sebagai narasumber dan juga peninjau," jelas Helmy. (yudo)

 
 
 

Tags