Konsultasi Psikologi: Sosok Pendamping, Mungkinkah Ada?

Konsultasi Psikologi: Sosok Pendamping, Mungkinkah Ada?

Assalamu'alaikum wr wb
Saya, perempuan, lajang, umur 23 tahun dan penulis. Saya merupakan anak bungsu dan sejak SMP  orang tua saya bercerai. Saya termasuk tertutup dan suka memendam perasaan. Saat orang tua saya bercerai, saya marah, kecewa dan sedih. Ga tahu harus bagaimana. Hingga suatu saat, saya bermimpi bertemu dengan seseorang yang bernama R. Dia laki-laki berbadan tinggi.

Saya melihatnya di ruang tamu rumah saya. Sejak itu dia sering datang ke saya baik lewat mimpi atau sekedar suara. Biasanya dia datang kalau saya lagi ada masalah atau mengingatkan saya saat saya salah. Tapi sering juga saya cek cok adu argumen dengan dia. Pengalaman itu sejak SMP makin intens hingga tahun kemarin. Hampir tiap hari dia datang.

Saya merasa dia adalah sahabat tempat berbagi cerita. Saya agak kehilangan dia saat ini,karena sejak pertengahan tahun lalu, dia sudah jarang datang. Saya merasa ada yang hampa. Tapi saya masih tetap rasional. Saya penasaran sebenarnya dia ini siapa. Di kala sedih, saya kadang bilang ke dia, "Kalau kamu nyata, ayo ke sini..aku akan peluk..".

Beberapa teman percaya bahwa dia itu ada. Karena saya cerita ke teman-teman juga. Saya merasa dia pernah menggunakan badan saya selama beberapa saat. Saya menyadari hal itu karena banyak dari kejadian yang saya merasa tidak melakukan tapi kata teman saya, saya melakukan atau bicara hal itu.

Saya juga berpikir, jangan-jangan saya kepribadian ganda. Tapi yang paling bikin penasaran adalah siapa dia sebenarnya? Mungkin saya bisa dibantu untuk mengurai masalah ini? Terima kasih atas penjelasannya.

Wassalamu'alaikum wr wb

Jawaban:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudari yang baik...permasalahan Anda termasuk jarang yang memilikinya. Saya juga baru kali ini mendapatkan kasus konseling seperti Anda. Terima kasih sudah bersedia berbagi cerita...Saya akan bahas dari dua sisi yaitu sisi ilmiah dan non ilmiah.

Dari sisi psikologis sebagai sebuah ilmu, apa yang Anda alami tidak lepas dari pengalaman masa lalu Anda. Ketika Anda beranjak remaja, masa di mana Anda membutuhkan pendampingan orang tua untuk mencari identitas diri, orang tua Anda justru bercerai. Tentu hal itu membuat Anda terguncang. Ini salah satu faktor eksternal pemicu munculnya masalah Anda.

Dari internal, Anda adalah orang yang introvert, tertutup dari orang lain, lebih suka memendam perasaan. Perceraian orang tua membuat mental Anda menjadi tidak seimbang. Sementara Anda butuh penyaluran emosi dari dalam diri Anda. Di saat inilah muncul sosok yang Anda sebut sebagai R itu. Sosok ini adalah bawaan bawah sadar Anda yang membutuhkan orang lain sebagai tempat curhat, melindungi dan menemani Anda. Sosok ini hadir ketika Anda punya masalah dan situasi yang tidak mengenakkan.

Semakin lama, Anda semakin intens hingga kesulitan membedakan mana yang realita dan mana yang imajinasi. Sosok imajinatif itu menjelma sosok yang realistis bagi Anda. Bertahun-tahun Anda tenggelam dalam imajinasi seperti itu dan merasa makin dekat. Sehingga ketika sosok itu akhir-akhir ini jarang menjumpai Anda merasa kesepian. Pola ini akan terus berulang jika Anda tetap pada kondisi seperti ini.

Jika dari sisi non ilmiah, sosok R ini jelas bukan manusia. Karena dia tidak memiliki jasad kasar seperti kita. Siapakah dia? Ada dua kemungkinan, bisa malaikat atau jin. Kalau golongan awam seperti kita tampaknya agak jauh kalau malaikat yang mendekat, lebih banyak jinnya. Saya meyakini kalau sosok itu adalah jin yang suka dengan Anda. Karena ada orang tertentu yang disukai golongan jin.

Jika Anda meyakini ini, maka keputusan ada pada Anda. Apakah mau terus berhubungan dengan sosok ini atau melepaskannya. Jika menurut Anda tidak mengganggu fungsi akademik,sosial dan pekerjaan dan Anda nyaman, menurut saya tidak masalah. Tapi jika mengganggu, Anda harus melepaskannya. Anda bisa minta tolong pemuka agama dalam hal ini. Tapi sikap terbaik adalah Anda pasrahkan kepada Tuhan dan Anda kembalikan semua kepada Nya.

Mungkin itu yang bisa saya sampaikan Mba..mudah-mudahan ada manfaatnya..Terima kasih dan semoga cepat selesai masalahnya..

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam hormat

Dr. Muhammad Fakhrurrozi, M.Psi