100 Kapal Nelayan di Kubu Raya Mendapat Pas Kecil

100 Kapal Nelayan di Kubu Raya Mendapat Pas Kecil

LADUNI.ID, KUBU RAYA - Seumur-umur menjadi nelayan di Kabupaten Kubu Raya, baru kali ini kapalnya bersertifikat, memiliki Surat Tanda Kebangsaan Kapal di bawah 7 Gross Ton (GT) atau Pas Kecil.

“Makanya hari ini para nelayan di Kubu Raya sangat bahagia,” kata Burhanuddin, Ketua Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Kabupaten Kubu Raya, saat penyerahan secara simbolis 100 Pas Kecil di Pelabuhan Perikanan Sungai Rengas (TPI), Kamis, 14/3.

Menurut Burhan–sapaan Burhanuddin–pemberian Pas Kecil ini merupakan kontribusi yang terbaik kepada para nelayan. Untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya.

“Wajar kalau kita memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan) Pontianak dan DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Provinsi Kalbar,” kata Burhan.

Dengan mengantongi Pas Kecil ini, tambah dia, berarti nelayan Kubu Raya sudah memiliki identitas sebagai nelayan. “Namanya nelayan itu kalau menangkap ikan tentu pakai kapal, dia punya kapal, dan Pas Kecil ini tanda kepemilikan kapalnya,” ujar Burhan.

Setelah mengantongi Pas Kecil, dalam artian sudah legal sebagai seorang nelayan, maka berikutnya akan mudah untuk mengakses atau mendapatkan fasilitas dari pemerintah, seperti BBM subsidi, asuransi nelayan dan lainnya.

Di tempat yang sama, Kepala DKP Provinsi Kalbar, Herti Herawati mengatakan, terwujudnya Pas Kecil ini merupakan buah dari Temu Nelayan se-Kubu Raya beberapa waktu lalu.

“Dalam waktu tidak terlalu lama sejak pertemuan itu, kita sudah menelurkan 100 Pas Kecil. Mungkin nanti, yang memohon Pas Kecil akan membludak di KSOP,” kata Herti.

Sebelum ini, ungkap Herti, dari sekitar 4.000 nelayan di Provinsi Kalbar, hanya 1 nelayan yang sudah mempunyai Pas Kecil. “Target saya dalam tahun ini sudah 2.000 Pas Kecil yang diterbitkan,” harapnya.

Kalau sebelum Hari Nusantara sudah terbit 500 Pas Kecil, Herti mengaku, akan menjadwalkan Gubernur Kalbar yang menyerahkannya ke nelayan. “Karena Pak Gubernur sangat mengapresiasi percepatan perizinan untuk pelaku usaha,” kata Herti.

Dia menambahkan, bagi nelayan yang memohon pembuatan Pas Kecil, tidak dikenakan biaya. “Jika ada oknum yang kolektif mengurusnya dan meminta biaya, jangan direspon dulu,” pesan Herti.

Sementara itu, Kepala KSOP Klas IIa Pontianak, Kapten Bintang mengatakan, target penerbitan 2.000 Pas Kecil diharapkan dapat segera tercapai. “Nelayan yang sudah memenuhi syarat, Pas Kecilnya akan langsung kami terbitkan,” ucapnya.

Persyaratannya, kata Bintang, tidak sulit. Beberapa di antaranya untuk membuktikan kalau kapal tersebut memang milik si nelayan. “Proses pengurusannya di kita, bisa ditunggu kalau syaratnya sudah lengkap,” ujarnya.

Bagi nelayan yang hari ini telah mendapatkan Pas Kecil, kata Bintang, diharapkan dapat menginformasikan kepada nelayan lainnya, untuk segera menyampaikan permohonan.

“Seluruh kapal harus terdaftar, kaitannya asuransi, BBM, bongkar muat, dan lainnya. Di situlah kewenangan kami di KSOP,” jelas Bintang.