Menteri Keuangan Dorong Pembentukan Koperasi di Daerah Lebih Banyak Lagi

Menteri Keuangan Dorong Pembentukan Koperasi di Daerah Lebih Banyak Lagi

LADUNI.id, Serang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta lembaga penyalur pembiayaan Ultra Mikro (UMi) untuk mendorong pembentukan koperasi di daerah lebih banyak lagi. Tujuannya, untuk mendorong penyaluran pembiayaan UMi yang masih seret.

Saat ini terdapat tiga lembaga penyalur yang bertugas untuk menyalurkan pembiayaan UMi yaitu PT Pegadaian (Persero), PT Penanaman Nasional Madani (Persero), dan PT Bahana Artha Ventura. Pembiayaan kepada debitur melalui lembaga penyalur yang berbentuk koperasi. Nantinya, warga bisa mendapat pembiayaan dengan bunga ringan sehingga memiliki modal untuk usaha kecil.

UMi merupakan program fasilitas pembiayaan yang menyasar usaha mikro di lapisan terbawah. Melalui program ini, pelaku usaha yang sebelumnya tidak bisa meminjam melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat meminjam pembiayaan dengan plafon maksimal Rp10 juta. Sumber pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kontribusi pemerintah daerah dan lembaga keuangan.

"Untuk koperasi dan lembaga-lembaga yang berhubungan langsung dengan masyarakat yang sudah mapan, biasanya mampu menyalurkan (UMi) dengan cepat. Namun, untuk kelompok-kelompok yang masih belum memiliki koperasi, penetrasi menjadi sangat kecil," ujar Sri Mulyani saat mengunjungi Kampung Pojok, Desa Sindangsari, Serang, Jumat (15/3).

Sri Mulyani meminta lembaga penyalur memberi bantuan teknis bagi koperasi yang belum memiliki kapasitas mumpuni, sehingga penyaluran UMi bisa lebih cepat dan efektif. 

Sebagai catatan, hingga akhir tahun lalu, penyaluran UMi baru Rp2,1 triliun yang disalurkan kepada 846.572 usaha mikro. Padahal, pemerintah memiliki alokasi anggaran untuk UMi mencapai Rp7 triliun.

Untuk mendukung perkembangan usaha mikro penerima UMi, pemerintah menggandeng PT PLN (Persero) untuk meningkatkan jumlah desa berlistrik dari 72.141 desa pada 2016 menjadi 75.682 pada 2017. 

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan Program Nasional Penyediaan Air Minum (PAMSIMAS). Hingga 2018, program PAMSIMAS telah dilaksanakan di 22.961 desa yang tersebar di 376 kabupaten/kota di 33 provinsi. Program ini telah berhasil menyediakan tambahan pelayanan air minum bagi 16,7 juta jiwa dan tambahan fasilitas sanitasi layak bagi 15,4 juta jiwa. 

"Dengan tersedianya listrik dan air bersih yang terjangkau, masyarakat kecil dengan usaha UMi diharapkan dapat lebih fokus dalam mengembangkan usahanya menjadi usaha kecil, menengah, dan besar," ujarnya.

Setelah usaha masyarakat desa naik kelas menjadi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pemerintah menyediakan dukungan pembiayaan yang terjangkau melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). (*)

Sumber : CNN Indonesia