Wakil Walikota Pontianak Minta ASN Profesional dan Kompeten

Wakil Walikota Pontianak Minta ASN Profesional dan Kompeten

LADUNI.ID, PONTIANAK - Sebanyak 228 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar). Peserta terbagi dalam dua angkatan, yakni Angkatan XII dan XIII. Latsar ini wajib diikuti CPNS selama masa prajabatan. 

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menjelaskan, Latsar CPNS ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi.   Terintegrasi yang dimaksud merupakan penyelenggaraan Latsar CPNS yang memadukan antara pelatihan klasikal dengan non klasikal dan kompetensi sosial kultural dengan kompetensi bidang.   

“Tujuan dari pelatihan terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan,” ujarnya saat membuka Latsar di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis, 14/3.

Bahasan juga mengatakan, Latsar ini untuk membentuk karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab serta memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.   

Pembentukan karakter PNS sebagaimana dimaksud terdiri atas penguatan dalam agenda sikap perilaku bela negara, agenda nilai-nilai dasar PNS, agenda kedudukan dan peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).   

“Agenda ini disusun sedemikian rupa dalam rangka membentuk karakter PNS yang kuat sebagai pelayan masyarakat, perekat pemersatu bangsa dan pelaksana kebijakan publik,” tutur Bahasan.

CPNS hasil rekrutmen 2018 ini diharapkan bisa beradaptasi dengan cepat di tempat kerja baru dan menunjukkan kinerja yang bagus. Latsar ini dimaksudkan agar CPNS siap untuk menjalankan tugas di lingkungan Pemkot Pontianak dan sebagai syarat pengangkatan CPNS menjadi PNS.

Bahasan meminta para CPNS peserta Latsar supaya mengikutinya dengan baik dan tekun, sebagai bagian dari pendidikan formal dalam berkarir di lingkungan birokrasi pemerintahan.   

“Mengikuti pendidikan dan pelatihan haruslah dipandang sebagai proses awal saudara memberdayakan dan meningkatkan sumber daya manusia, maupun potensi diri sendiri, sehingga nantinya saudara siap menjadi pelayan masyarakat yang profesional dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.   

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta kepada para ASN atau aparatur sipil negara untuk mengelola pemerintahan yang baik, dan berpacu dengan cepat dalam membangun Kalbar yang lebih baik.

"Kita harus berpacu dengan cepat dalam pembangunan Kalbar," kata Sutarmidji. Dirinya juga mengingatkan akan mengganti Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kerjanya hanya mentang-mentang dan tanpa inovasi.

"Saya akan ganti Kepala OPD yang kerjanya hanya mentang-mentang saja tak ade inovasi. Kasi yang kerjanya merasa lebih berkuasa dari Kabid/Kabag dan tak ade inovasi juga akan saya ganti," tuturnya.

Dikatakannya, saat ini sudah memasuki era revolusi industri, dan era ini kompetisi dilakukan dengan cepat. Siapa yang tidak bisa melakukan percepatan itu serta terintegrasi dengan data yang terintegrasi, maka dia tidak akan mampu bersaing.

"Saya harap kepada para calon pimpinan ke depan ini, harus bisa lakukan inovasi-inovasi dalam pelaksanaan tugas. Pahami aturan, supaya yang kita kerjakan tidak melanggar aturan," ingatnya.

Di samping itu, dirinya juga berkeinginan dalam pelaksanaan tugas ada pejabat eselon IIA yang memiliki usia muda sekitaran 35-40 tahun, sehingga dia bisa berkiprah, apalagi sekarang ini, Pemprov Kalbar sedang melakukan open bidding untuk jabatan eselon II, sehingga membuka kesempatan kepada mereka bisa masuk. Nanti kedepannya objektifitas dikedepankan dalam menentukan pilihan pejabat.

"Jangan khawatir, karir itu dijaga dengan prestasi kerja, bukan lagi dengan kedekatan pada atasan," ingatnya.