Dahsyatnya Shalawat

Dahsyatnya Shalawat

LADUNI.ID - Fenomena banyaknya penggemar dan pecinta sholawatan dari kalangan masyarakat kebanyakan itu adlh sesuatu yg menggembirakan.  Karena membaca shalawat itu adalah metode yang pas untuk mengenalkan Islam.

Shalawat adalah ekspresi cinta kepada Nabi Muhammad. Dan tanda cinta itu di antaranya adalah dengan kerap menyebutnya.

Mengapa kaum muslimin harus bershalawat? Karena bershalawat itu adalah bagian dr ungkapan rasa syukur atas keislaman kita yang tentu melalui Rasulillah.

Ada hadits

لا يشكر الله من لا يشكر الناس

(Dianggap) tidak bersyukur kepada Allah, manusia yang tdk bersyukur kepada manusia.

Kenapa muslim Nusantara mentradisikan shalawatan dalam majlis majlis pertemuan, atau bershalawat ketika di akhir acara?

Karena ada hadis bhw tiadalah suatu komunitas itu duduk bersama kemudian berpisah tanpa membawa shalawat kepada Rasulullah, kecuali mereka bubar dalam keadaan lebih busuk daripada bangkai.

ما جلس قوم مجلسا ثم تفرقوا عن غير صلاة على النبي إلا تفرقوا على أنتن من ريح الجيفة

Shalawat dengan demikian adlh ibadah yang paling utama, walau tentu pada dasarnya membaca Alquran adalah ibadah yg paling utama.

Dinyatakan bahwa shalawat yang ada di dalam ayat al-Quran itu lebih utama daripada ayat Quran yang tdk ada shalawatnya.

Demikian utamanya shalawat, dalam Quran surat Al-Ahzab ayat 56, Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad, dan memerintahkan manusia beriman untuk bershalawat dan bersalam kepada nabi Muhammad.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Ada dua zikir yang tanpa tahu maknanya pun tetap berpahala, yaitu membaca Qur'an dan bershalawat.

Keistimewaan shalawat itu tak terbatas, di antaranya adalah menyebabkan turunnya rahmat, menghapus dosa, mendatangkan hajat, menghilangkan problem yang sulit, menerangi hati, dan mendinginkan hati (menghilangkan panasnya tabiat). Sehingga orang yg gemar bershalawat itu bawaannya anteng dan menyejukkan.

Terkait fungsi menghilangkan panasnya diri ini dinyatakan dalam Is'adur Rofiq, Syarah kitab Sulam at-Taufiq,

ولا شيء أنفع منها لتنوير القلوب، واختصت من بين الأفكار بأنها تذهب حرارة الطباع

Di antara kesunnahan berdoa itu adalah membaca hamdalah atau memuji Allah kemudian bershalawat, lalu berdoa dan doanya diakhiri dengan hamdalah atau pujian dan shalawat. 
Imam Nawawi dlm Al Adzkar menyampaikan bahwa hal ini ada kesepakatan para ulama untuk memulai doa dng dua hal tersebut, juga untuk menutup doa.

Dan pada zamannya (akhir zaman), ketika sdh tdk ada Mursyid (pembimbing rohani) yang memenuhi syarat, maka bershalawat adalah yg utama. Karena bershalawat itu tdk membutuhkan guru pembimbing. Walau tentu, adanya guru pembimbing itu lebih baik.
Sebagian ahli makrifat menyatakan bhw shalawat itu dapat mengantarkan makrifat, meskipun tanpa syaikh (guru pembimbing), karena guru dan sanadnya langsung dari Rasulullah.

Dinyatakan bahwa shalawat itu tdk perlu guru (syaikh) sebagaimana tercantum misalnya dalam Ianatut Thalibin, juz 1, halaman 7, dan di Hasyiah as-Shawy, juz 3, halaman 287,

إنها توصل إلى الله من غير شيخ، بخلاف غيرها من الأذكار

Oleh: Yusuf Suharto

Aswaja Center PWNU Jawa Timur