Tiga Penghalang tidak Menerima Harta Warisan

Tiga Penghalang tidak Menerima Harta Warisan

LADUNI.ID. Jakarta - Ilmu  Faraidh  termasuk  ilmu  yang  paling  mulia  tingkat  bahayanya,  paling  tinggi  kedudukannya,  paling  besar  ganjarannya,  oleh  karena  pentingnya,  bahkan  sampai  Allah  sendiri  yang  menentukan  takarannya,  

Allah sendiri yang menerangkan  mengenai jatah  harta  warisan  yang  didapat  oleh  setiap  ahli  waris,  dijabarkan  kebanyakannya  dalam  beberapa  ayat  yang  jelas,  karena  harta  dan  pembagiannya  merupakan  sumber  ketamakan bagi manusia, sebagian besar dari harta warisan adalah untuk pria dan wanita,  besar  dan  kecil,  mereka  yang  lemah  dan  kuat,  sehingga  tidak  terdapat  padanya kesempatan untuk berpendapat atau berbicara dengan hawa nafsu.

Oleh   sebab   itu   Allah-lah   yang   langsung   mengatur   sendiri   pembagian   serta   rincianya  dalam  Kitab-Nya,  meratakannya  diantara  para  ahli  waris  sesuai  dengan  keadilan serta maslahat.

Mengenai harta warisan dibahas juga penghalang yang menjadikan orang tidak berhak mendapatkan warisan.
1. Perbudakan, seorang  budak  tidak  bisa  mewarisi  dan  tidak  pula  mendapat  waris, karena dia milik tuannya.
2. Membunuh  tanpa  dasar, pembunuh  tidak  berhak  untuk  mendapat  waris  dari  orang yang dibunuhnya.
3. Perbedaan  agama, seorang  Muslim  tidak  mewarisi  orang  kafir  dan  orang  kafirpun tidak mewarisi Muslim.

Dari Usamah bin Zaid r.a bahwa Nabi SAW bersabda yang artinya:
 "Orang  Muslim  tidak  mewarisi  orang  kafir  dan  orang  kafirpun  tidak  mewarisi  orang  Muslim" Muttafaq alaihi.