Bersafari Ziarah dan Bertawasul di Makam Sunan Kalijaga

Bersafari Ziarah dan Bertawasul di Makam Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga adalah seorang tokoh Wali Songo yang sangat lekat dengan Muslim di Pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makamnya berada di Kadilangu, Demak.

Kepiawaian beliau dalam menyebarkan agama islam di tanah Jawa sudah sangat di kenal, bahkan cara beliau dalam menyampaikan islam kepada masyarakat dengan gaya yang unik membuat Sunan Kalijaga bisa mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat Jawa. Beliau dikenal sebagai salah satu penyebar agama islam yang menggunakan pendekatan budaya dalam penyampaiannya, seperti menggunakan gamelan, seni ukir, wayang, seni suara (nyanyian), dan perangkat budaya lain sebagai sarana berdakwah.

Sunan Kalijaga dimakamkan di Desa Kadilangu, sekitar 3 km dari Masjid Agung Demak. Makamnya terletak di kompleks pemakaman dengan dinding melingkari area kompleks. Makam ini selalu ramai dipadati peziarah, utamanya pada malam Jumat Pon, Pahing, dan Kliwon saat dibukanya pintu tungkub. Selain itu, makam ini juga dibanjiri peziarah pada tanggal 10 Dzulhijjah menjelang Idul Adha. Karena saat itu berlangsung upacara penjamasan pusaka Kelambi Kyai Gondil dan Kyai Onto Kusumo, Keris Kyai Crubuk dan Kyai Sirikan jelang Idul Adha.

Untuk menuju ke sana, peziarah harus melintasi lorong beratap yang dipenuhi para pedagang. Di beberapa titik lorong para peziarah akan melewati lantai dengan hiasan ornamen bunga yang indah. Ada pendopo tempat para peziarah beristirahat sejenak. Sebelum mencapai titik makam Sunan Kalijaga, tampak beberapa makam keramat lainnya seperti makam Arya Penangsang dan Adipati Jipang Panolan.

Untuk menuju ke sana, peziarah harus melintasi lorong beratap yang dipenuhi para pedagang. Di beberapa titik lorong para peziarah akan melewati lantai dengan hiasan ornamen bunga yang indah. Ada pendopo tempat para peziarah beristirahat sejenak. Sebelum mencapai titik makam Sunan Kalijaga, tampak beberapa makam keramat lainnya seperti makam Arya Penangsang dan Adipati Jipang Panolan.

Makam Sunan Kalijaga berada di dalam sebuah bangunan tungkub berdinding tembok berukuran besar dengan ukiran kayu. Pilar tungkub dilapisi keramik dengan hiasan ornamen limasan di bagian atas dan bawah. Dinding di antara pilar dihiasi ukiran kligrafi, sedangkan ukiran pada jendela dilengkapi teralis besi.

Di luar tembok tungkub terdapat beberapa jirat makam Mpu Supo adik ipar Sunan Kalijaga dan putranya, Djaka Sura. Di sebelah dinding tungkub ada makam Panembahan Pengulu, cucu Sunan Kalijaga. Selain itu, ada sembilan blok dengan 175 makam, termasuk Panembahan Hadi, Ratu Retno Pembayun, Ratu Panenggak, Raden Abdurrachman. Ada pula makam abdi kinasihnya, yaitu Kyai dan Nyai Derik; makam Dewi Roso Wulan, adiknya; dan makam Raden Tumenggung Wilotikto, ayahandanya.

Selain maka, ada juga petilasan batu yang diyakini sebagai tempat duduk Sang Sunan ketika memberikan wejangan kepada para muridnya. Tempat duduk itu dikelilingi tembok dengan tulisan “Selo Palenggahanipun Kanjeng Sunan Kalijaga” di sebelah pintu masuk.

 

yang Sudah Mengunjungi Bersafari Ziarah dan Bertawasul di Makam Sunan Kalijaga