Sistem Kerja 996 Menuai Banyak Protes Karyawan di Cina, Ada Apa?

Sistem Kerja 996 Menuai Banyak Protes Karyawan di Cina, Ada Apa?

LADUNI.ID, Jakarta - Kontroversi sistem kerja 996 yang sudah diterapkan oleh beberapa perusahaan  di Cina bahkan pendiri Alibaba, Jack Ma  juga membela sistem kerja yang kontroversial ini dan mengatakan bahwa bekerja keras seperti itu amat diperlukan untuk menggapai sukses.

Sistem kerja ini banyak menuai protes dari kebanyakan karyawan, Aktivis karyawan teknologi lewat platform GitHub contohnya baru-baru mengkampanyekan 996. Di mana sistem kerja 996 disebut dapat meningkatkan risiko dirawat di intensive care unit (ICU) rumah sakit.

Undang-undang yang mengatur tentang tenaga kerja di China sendiri menyebutkan bahwa dalam jam kerja tidak boleh melebihi dari 8 jam sehari dan sekitar 44 jam dalam seminggu. Jika mengikuti sistem 996, berarti karyawan di China bekerja selama 12 jam sehari dan secara total 72 jam dalam seminggu.

Dikutip dari CCTV, kematian karena kelelahan bekerja atau yang populer disebut karoshi semakin menjadi masalah serius di China bahkan mengalahkan Jepang. Pada tahun 2014 beberapa perhitungan melaporkan angka kematian berkaitan dengan pekerjaan menyentuh angka sekitar 600.000 jiwa.

Peneliti dari Southern Medical University dalam jurnal Medical Science Monitor 2019 menyebut kematian yang berkaitan dengan pekerjaan ini disebabkan oleh kondisi aritmia jantung. Aritmia adalah kelainan di mana jantung berdetak dengan irama tidak normal.

Saat seseorang tertekan bekerja terlalu keras maka jantungnya bisa kehilangan kemampuan untuk mengatur ritme detakan yang berujung pada risiko kematian.

"Tidak memperhitungkan kemungkinan lain seperti alergi atau keracunan, kami sangat yakin bahwa aritmia menyebabkan kematian pada orang-orang yang bekerja terlalu keras," tulis peneliti

Selain dari segi kesehatan sistem kerja 996 juga kurang efektif bagi karyawan, dikutip dari Publikasi South China Morning Post berhasil mewawancarai beberapa software engineer dan programer yang semuanya mengaku tidak bisa berkonsentrasi penuh selama 12 jam. Mereka juga hanya mau berbicara secara anonim karena tidak ingin diketahui oleh tempat kerja mereka.

"Jam paling produktif saya adalah dari jam 4 sore hingga 8 malam ketika saya bisa benar-benar fokus untuk coding, dan banyak waktu saya sebelum jam 4 sore yang dihabiskan untuk komunikasi dengan kolega lain. Saya baru bisa lebih fokus ketika mereka sudah pergi," kata engineer yang bekerja untuk penyedia layanan cloud