Sebanyak Rp 325 Juta APBG Digelapkan Plt Keuchik

Sebanyak Rp 325 Juta APBG Digelapkan Plt Keuchik

LADUNI.ID, Lhokseumawe – Penyidik Bareskrim Polres Lhokseumawe menetapkan Pelaksana tugas (Plt) Keuchik Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, berinisial ILM sebagai tersangka dalm kasus penggelapan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) 2017 di desa tersebut. Akan tetapi, hingga kini polisi belum berhasil menangkap karena sudah kabur.

Sebanyak Rp 325 juta dari Rp 865 juta APBG tahun 2017 di Desa Matang Ulim dibawa kabur oleh tersangka. Dia juga tercatat sebagai pegawai di Pemko Lhokseumawe pada Januari 2018. Akibatnya, proyek pembangunan balai pembelajaran masyarakat, dan dua unit rumah duafa tak bisa direalisasikan.

Untuk proses penyidikan, polisi juga sudah memanggil sejumlah saksi dari warga dan aparat desa setempat untuk dimintai keterangan guna mendalami kasus itu. kemudian, setelah menemukan bukti yang cukup, polisi langsung menetapkan Plt keuchik sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kendati sudah ditetapkan sebagai, tapi polisi belum berhasil menangkap tersangka karena sudah kabur sejak setahun lalu.

“Keuchiknya masih kita kejar,” sebut Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T. Herlambang SH, SIK.

Menurutnya, pihak polres sudah meminta Inspektorat Aceh Utara untuk menghitung realisasi fisik guna mendapatkan berapa kerugian negara dalam kasus tersebut. “Sudah ada kerugian negara sekitar Rp 300 juta lebih,” terang AKP Indra T Herlambang.

Adapun awal mula terungkapnya kasus tersebut, yaitu setelah dilantik keuchik baru pada 21 Januari 2018. Namun, setelah pelantikan keuchik baru, ILM yang menjadi Plt keuchik saat itu sudah menghilang dari desa. Dana tersebut ditarik secara bertahap mulai dari 24 Agustus sampai 29 Desember oleh bendahara, dan kemudian diserahkan kepada Plt keuchik. Ini diketahui berdasakan hasil print tabungan giro desa.