22 ABK Asal Idi dibebaskan Pemerintah Myanmar

22 ABK Asal Idi dibebaskan Pemerintah Myanmar

LADUNI.ID, Aceh Timur -  Sebanyak 22 anak buah kapal (ABK) KM Troya asal Idi, Aceh Timur, yang ditangkap oleh Angkatan Laut Myanmar dengan tuduhan melakukan illegal fishing di wilayah perairan Kawthaung, Thanintharyi  pada 6 Februari 2019 akhirnya dibebaskan oleh pemerintah Myanmar. Akan tetapi, kapten kapal yang dianggap bertanggung jawab atas kapal akan diproses secara hukum sesuai peraturan yang berlaku di Myanmar.

Neni Kurniat, Plh Direktur Perlindungan WNI dan BHI, (12/04/2019), Dalam salinan jadwal pemulangan para ABK KM Troya yang ditandatangani olehnya, menyebutkan bahwa pada 6 Februari 2019 angkatan laut Myanmar menangkap KM Troya yang memasuki wilayah perairan Kawthaung. Seorang kapten kapal dan 22 ABK-nya kemudian ditahan dengan tuduhan melakukan pencurian ikan di perairan mereka.

Plh Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Neni Kurniati mengatakan, tmelalui upaya diplomasi yang dilakukan dan dengan mempertimbangkan hubungan baik antara Indonesia dan Myanmar, Pemerintah Myanmar telah memutuskan untuk membebaskan 22 ABK KM Troya. Sedangkan kapten kapal yang dianggap bertanggung jawab atas kapal akan diproses secara hukum sesuai peraturan yang berlaku di Myanmar.

Selanjutnya, para 22 ABK tersebut akan dipulangkan ke Indonesia, dan dijadwalkan tiba di Bandara SIM, Senin (15/4) hari ini, dengan menggunakan Batik Air. Kemudian Kemenlu RI meminta pemerintah Aceh menyambut kehadiran para ABK KM Troya, yang selanjutnya dapat memfasilitasi pemulangan mereka ke Aceh Timur.