Sejumlah Penyakit yang Kerap Menyerang Kaum Wanita

Sejumlah Penyakit yang Kerap Menyerang Kaum Wanita

LADUNI.ID, Jakarta - Kesehatan merupakan hal yang sangat diinginkan baik oleh kaum pria maupun wanita. Kesehatan merupakan investasi yang sangat berharga dan tidak bisa dibeli dengan uang. Namun tahukah kamu, terdapat beberapa jenis penyakit yang lebih sering menyerang kaum wanita dibandingkan dengan kaum pria. Sehingga kaum wanita harus lebih mewasapadai beberapa jenis penyakit berikut ini. 

Seperti dikutip dari Reader's Digest, berikut beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang kaum wanita :


1. Osteoarthritis

osteoarthritis (OA) merupakan jenis penyakit yang disebabkan robekan atau kelelahan pada sendi. Gina Tran, MD dari PIH Health Family Medicine mengatakan bahwa wanita memiliki risiko mengidap OA tiga kali lebih tinggi daripada pria.

Kelenturan sendi tersebut sangat berguna saat hamil dan melahirkan, namun juga membuat wanita berisiko terkilir atau cedera dan pada akhirnya menyebabkan OA. Cara pencegahan penyakit OA adalah dengan terus aktif secara fisik dan menjaga berat badan ideal. 

2. Penyakit Alzheimer's 

Alzheimer's merupakan penyakit yang paling sering diderita oleh para Lansia. Dan banyak diketahui bahwa wanita menjadi yang paling banyak mengidap penyakit ini. Alzheimer's ditandai dengan kehilangan fungsi kognitif, seperti mengingat, dan risikonya makin meningkat seiring bertambahnya usia.


3. Depresi

Berdasarkan beberapa survei menyatakan bahwa wanita dua kali lebih mungkin untuk terkena depresi ketimbang pria, dengan perbandingan 10,4 vs 5,5 persen. Cara wanita berpikir dan memproses emosi, sekaligus menginternalisasi stres dapat menyebabkan penurunan fungsi otak di area yang bertanggung jawab pada mood.

4. Penyakit jantung

Penyakit jantung terkenal sebagai penyakit nomor satu yang menyebabkan kematian baik pada pria dan wanita, namun wanita diketahui lebih berisiko meninggal setelah serangan jantung dan memiliki faktor-faktor lain yang bisa membuat kondisinya menjadi lebih serius. 

Kemudian, wanita sering mengalami gejala atipikal nyeri dada yang memperlambat diagnosis dan memperburuk keadaan. Untuk mengurangi risikonya, para ahli menyarankan menyarankan 30 menit olahraga tiap lima hari dalam seminggu, diet sehat, dan cek rutin untuk kolesterol, diabetes dan tekanan darah tinggi.