Memperbanyak Shalawat Malam Jum'at

Memperbanyak Shalawat Malam Jum'at

 

LADUNI.ID, HIKMAH- SALAH satu hari yang dimuliakan dan menjadi penghulu segala hari yakni “Jumat Mubarak”. Sudah sepatut dan selayaknya untuk kita isi dengan kegiatan positif berorientasi akhirat, salah satunya lewat bershalawat.

Shalawat atas Nabi SAW disyariatkan pada waktu-waktu, tempat-tempat, dan keadaan-keadaan tertentu. Hal ini telah dibicarakan panjang lebar oleh Syaikh Islam Quthbuddin al-Haydhari al-Syâfi’i di dalam kitab Al-Liwâ al-Muallim bi Mawâthin al-Shalâh ‘alâ al-Nabî Saw., Al-Hâfizh Al-Sakhâwi di dalam kitab Al-Qawl al-Badî’, dan Al-Qasthallânî di dalam kitab Masâlik al-Hunafâ’. Al-Khâtib di dalam kitab Syarh al-Minhâj, dan yang lainnya, berkata: “Disunnahkan memperbanyak membaca Surah Al-Kahfi dan shalawat atas Nabi Saw. pada hari Jumat dan malam Jumat; paling sedikit, untuk yang pertama tiga kali dan untuk yang kedua tiga ratus kali.”

 

Sementara itu, telah sah riwayat yang bersumber dari Imam Al-Syâfi’i r.a., yang mengatakan bahwa, barang-siapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan diterangi oleh cahaya yang ada di antara dua Jumat. Diriwayatkan pula bahwa barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jumat, ia akan diterangi oleh suatu cahaya antara dirinya dan Ka’bah. Membaca surah Al-Kahfi di waktu siang lebih diutamakan, dan lebih utama lagi bila ia dibaca sesudah selesai mengerjakan salat subuh, guna menyegerakan berbuat baik sebisa-bisanya.

Hikmah diperintahkannya membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat adalah karena di dalam surah itu Allah menggambarkan suasana hari kiamat, sementara hari Jumat mirip dengan hari kiamat, karena orang banyak berkumpul untuk melaksanakan salat bersama-sama; juga karena kiamat itu terjadi pada hari Jumat, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab shahih-nya.

 

Salah seorang ulama yang menjadi rujukan dan pendapat beliau banyak diikuti pengikut mazhab Syafi’I yaitu Imam Ramli, beliau telah mengatakan bahwa anjuran supaya memperbanyak pembacaan shalawat pada malam dan hari Jumat itu didasarkan pada hadis yang berbunyi, “Sesungguhnya hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Oleh karena itu, perbanyaklah kalian membaca shalawat atasku, sebab shalawat yang kalian baca itu diperlihatkan kepadaku.”

 

Bahkan dalam banyak hadist juga diungkapkan tentang diangkatnya amalan anak Adam dalam seminggu dua kali, maka secara implisit di malam Jumat kita harus memperbanyak amaliah salah satunya dengan bershalawat. Dalam ini Nabi SAW Bersabda tentang diangakatnya amal manusia, “Sesungguhnya semua amal itu diangkat pada hari Senin dan hari Kamis. Oleh karena itu, aku berhasrat agar amalku diangkat sementara aku dalam keadaan berpuasa.”

 

Mengomentari hadist di atas, salah seorang ulama yang masyhur yang bernama Syekh Al-Manawi, di dalam kitab Syarh Al-Jamî al-Shghîr; permulaan jilid III, berkata, “Disyariatkan berkumpul untuk membaca shalawat atas Nabi Saw. pada malam Jumat dan malam Senin, sebagaimana yang dikerjakan di masjid Jami’ Al-Azhar dan disuarakan dengan suara yang keras.” Dikatakan bahwa shalawat atas Nabi Saw. itu sudah mencakup doa di dalamnya.

 

Menyikapi fenomena ini Syekh Ibn Marzûq berkata menyangkut kelebihan dan keagungan malam Jumat: , “Malam Jumat lebih utama dan malam Qadar.” Jamâl kembali menyatakan bahwa disunnahkan membaca Surah Ali ‘Imrân atas dasar hadis, “Barangsiapa yang membaca Surah Ali ‘Imrân pada hari Jumat, niscaya dosa-dosanya ikut terbenam dengan tenggelamnya matahari pada hari itu.”

Hikmahnya, kata Jamâl, adalah karena Allah menyebutkan di dalam surah itu penciptaan Nabi Adam a.s., sedangkan Adam a.s. diciptakan pada hari Jumat. Disunnahkan juga membaca Surah Hûd dan Hâ Mîm Dukhân. Namun, bagi mereka yang hanya ingin memilih salah satu dari surah-surah yang disebutkan di atas, hendaklah ia memilih Surah Al-Kahfi karena banyaknya hadis yang meriwayatkannya.

Masih banyak amaliah dan pekerjaan yang sangat bagus dikerjakan sebagai tabungan untuk “bank akhirat”, terlebih di malam yang barkah ini (malam Jumat). Carilah bekal dan berbagai macam “uang logam” dan “dinar” untuk disimpan di “bank akhirat” dan dijamin bertambah “bunga” tanpa berdosa juga jangan lupa untuk “mentransfer” lewat “ATM” yang bernama “doa” di malam atau hari Jumat, walaupun dengan sepotong al-Fatihah dan roti terutama untuk orangtua, guru dan kaum muslimin  dan muslimat …semoga..!!!

 

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Penggiat Literasi MUDI Samalanga