Bedah Buku Kemenag, Dosen UKI: Terorisme Bisa Lahir dari Semua Agama

Bedah Buku Kemenag, Dosen UKI: Terorisme Bisa Lahir dari Semua Agama

LADUNI.ID, Jakarta – Dekan FISIPOL Universitas Kristen Indonesia (UKI) Angel Damayanti menegaskan bahwa agama memiliki dua mata pisau. Angel percaya kalau di satu sisi agama membawa pesan-pean baik dan positif, sementara di sisi lain, agama itu bisa menjadi justifikasi untuk melakukan radikalisme.

Angel menyampaikan pernyataan tersebut pada acara Bedah Buku terbitan Kementerian Agama berjudul Deradikalisasi, Kontra Radikalisme dan Deideologisasi yang diselenggarakan oleh Centre for Security and Forign Affairs Studies (CESFAS) Prodi Hubungan Internasional FISIPOL UKI di Gedung AB Lt.3 UKI, Cawang, Jakarta Timur.

Angel yang juga menulis hasil risetnya dalam buku itu ingin menyampaikan kepada publik bahwa aksi radikalisme dan terorisme tidak hanya terjadi di dunia muslim. Bahkan di agama apapun juga memiliki kecenderungan terjadinya aksi-aksi teroris.

“Radikalsime dan terorisme tidak hanya ada dalam agama tertentu. Tapi agama apapun ada. Contohnya seperti tetjadi di Masjid Al-Nur Christchurch, New Zealand,” tandas Angel, Rabu (24/4) kemarin.

Dia juga mengamati kenapa radikalisme dan terorisme sering diidentikkan atau lebih dikenal di dunia muslim, karena menurutnya dalam agama Islam tidak mengenal batas negara. Mereka yang muslim memiliki solidaritas yang tinggi dan tersebar di berbagai negara di dunia.

“Sementara agama lain biasanya lebih memperhatikan batas-batas nation-state negara,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Kementerian Agama Muhammad Zain mengatakan bahwa cara keberagamaan kaum Muslim selama ini kurang memerhatikan aspek lokalitas. Padahal, Indonesia adalah negara majemuk dengan berbagai kekayaan budaya lokal yang kebetulan merupakan negara dengan penduduknya kebanyakan adalah muslim.

“Sekarang kapus sedang berupaya menerjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Jawa dan Sunda. Kami sudah punya Al-Qur’an berbahasa Aceh, Bahasa Osing,” terang Zain yang juga menjadi pembicara dalam acara bedah buku tersebut.

Pada acara bedah buku tersebut, hadir tiga orang penulis buku sebagai pembicara di antaranya Prof. Dr. Noorhaidi Hasan (Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Dr. Sri Yunanto (Staff Ahli Menkopolhukam), dan Angel Damayanti, Ph.D (Dekan FISIPOL UKI)

Sementara itu, hadir pula sebagai penanggap adalah Dr. Muhammad Zain (Kepala Litbang Kementerian Agama), dan M. Syauqillah, Ph.D (Ketua Prodi Kajian Terorisme Universitas Indonesia), yang langsung dimoderatori oleh Ruth Hana Simatupang, S.H., M.H., Ph.D (Wakil Direktur CESFAS UKI).