Ketika Kubur Memanggil, Begini Cara Menjawabnya

Ketika Kubur Memanggil, Begini Cara Menjawabnya

LADUNI.ID, Bantul - Kubur memanggil setiap hari dengan lima panggilan, begitu disebutkan dalam sebuah riwayat. Pertama, kubur menyatakan dirinya adalah rumah sendirian. Maka perbanyak membaca Al-Qur'an. Kedua, kubur adalah rumah kegelapan maka terangilah dengan shalat malam. Ketiga, kubur adalah rumah debu, bawalah alas dengan banyak beramal shaleh.

Sementara yang keempat, kubur adalah tempat hewan berbisa maka bawa penawarnya dengan membaca "Bismillahirahmanirrahim." Dan kelima, kubur adalah rumah pertanyaan Munkar dan Nakir maka perbanyaklah di dunia membaca "Laa ilaaha illallah, Muhammadurrasulullah", supaya bisa menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir.

Hal tersebut disampaikan oleh KH Bardan Usman saat memberi mauidzhoh hasanah di Masjid Nurul Huda, Jalan Imogiri Barat, Ngoto, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (27/4) malam.

"Saya pernah didatangi tamu. Dia tanya 'Apakah boleh kita mendoakan orang mati?' Saya jawab tegas tidak boleh, karena mendoakan itu yang baik-baik saja," katanya. Kiai Bardan melanjutkan, "Kalau mendoakan orang yang sudah mati, tentu saja boleh." 

Dalam penjelasan sebuah kitab, Rais Syuriyah PCNU Gunungkidul, Yogyakarta itu menjelaskan, keluarga almarhum dan almarhumah yang mengeluarkan sedekah setelah meninggal tiga hari, maka ganjaran untuk mayit mengalir sampai tujuh hari.

"Mengeluarkan sedekah setelah 25 hari, ganjaran sampai 40 hari," imbuhnya. Begitu pula sedekah pada 40 hari akan sampai selama 100 hari. "Sedang sedekah pada 100 hari setelah wafat, akan terus mengalir sampai satu tahun," jelasnya.

Mengenai sedekah peringatan satu tahun wafat, akan mengalir hingga seribu hari. "Makanya dikenal peringatan tahlilan sesuai hari-hari tersebut," tambahnya.

Selain itu, KH Bardan juga mengungkapkan, orang-orang yang sudah meninggal sangat mengharapkan kiriman doa. "Mereka akan sedih jika saat meninggal hingga satu bulan, anak-anaknya sudah membicarakan urusan warisan," urai mantan pejabat eselon lll Kemenag DIY itu.

"Maka marilah kita tambah istiqmah menghadiri majelis pengajian karena lebih utama daripada shalat sunnah 1.000 rakaat," pungkasnya.