Pamerkan Hasil Produk Kreatif Panti Asuhan di Bali, Sahabat Apan Denpasar Lakukan Terobosan Baru

Pamerkan Hasil Produk Kreatif Panti Asuhan di Bali, Sahabat Apan Denpasar Lakukan Terobosan Baru

LADUNI.ID | BALI - Kegiatan rutin Yayasan Sahabat APAN denpasar-Bali setiap Ramadhan adalah Bakti Ramadhan. Sebagai organisasi pemerhati panti asuhan, mereka mengundang sebagian anak asuh panti binaan untuk berbuka puasa bersama dengan para donatur, sekaligus selain besilaturahmi juga menyerahkan donasi berupa zakat, infaq, atau sadaqoh yang terkumpul sebelumnya.

Seiring tuntutan zaman dan kebutuhan akan perubahan, dalam ajang yang sama tahun ini Yayasan Sahabat Apan Denpasar (YSAD) menggelarnya dalam bentuk pameran produk kreatif panti asuhan. Ide ini muncul setelah beberapakali melakukan pendampingan dan kunjungan ke lembaga panti-panti binaan yang tersebar di seluruh daerah di Bali.

Dari sekian kali pertemuan didapat bahwa beberapa panti telah memulai usaha untuk menjadikan mereka mandiri dalam ekonomi sehingga tidak hanya bergantung dari bantuan pihak luar. Ada yang melakukan usaha dalam bidang makanan olahan, kerajinan kreatif, pengobatan herbal dan lain sebagainya.

Berangkat dari itu, kepanitiaan Bakti Ramadhan Apan ke-19 memutuskan membuat 'Apan Panti Asuhan Fair 2019' dengan konsep exhibisi yang berhasil menampilkan sebanyak 24 stand produk panti asuhan binaan dari 28 panti yang diundang Minggu (12/5).

Selain memamerkan produk-produk hasil usaha panti asuhan, kegiatan itu diramaikan pula oleh atraksi- atraksi hiburan untuk menghibur 400 anak asuh yang diundang, termasuk pengunjung lain yang berjumlah tak kurang dari 1000 orang sepanjang siang itu.

Pameran sekaligus ajang donasi yang digagas YSAD tahun ini bekerjasam dengan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Bali, dan Yayasan Penderita Anak Kanker (YPAK) Bali, dan didukung oleh berbagai komunitas pemerhati sosial lintas agama di Bali.

Mulyono Kim Ketua panitia acara itu mengungkapkan, "Kami melihat bahwa sebenarnya banyak produk-produk panti yang layak dijual ke masyarakat, hanya saja mereka tidak tau dan kurang pede dalam memasarkannya secara luas. Nah berangkat dari hal ini kami panitia mencoba memfasilitasinya dalam pameran ini".

"Sangat mengejutkan tanggapan dari panti-panti tersebut setelah kami mengutarakannya pada saat kunjungan sosialisasi satu bulan lalu, mereka sangat antusias dan termotivasi untuk ikut dalam ajang pameran guna memperkenalkan produk mereka ke masyarakat luas", pungkasnya.

(dad)